kemensospordam

Kemensos Kukuhkan Pengurus Pelopor Perdamaian di Mesuji

( kata)
Kemensos Kukuhkan Pengurus Pelopor Perdamaian di Mesuji
Kementerian Sosial melakukan pengukuhan pengurus pelopor perdamaian Indonesia (Pordam) di Taman Keanekaragaman Hayati, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Senin, 1 Desember 2020. M Ridwan Anas


MESUJI (Lampost.co) -- Kementerian Sosial melakukan pengukuhan pengurus pelopor perdamaian Indonesia (Pordam) di Taman Keanekaragaman Hayati, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Senin, 1 Desember 2020.

Urung dihadiri Menteri Sosial Juliari P Batubara, acara dipimpin oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pepen Nazaruddin, dan dihadiri Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim serta Bupati Mesuji Saply TH.

Membacakan sambutan menteri, Pepen menjelaskan jika Indonesia memiliki hampir 1.500 suku bangsa yang tersebar di 17.000 pulau.

"Cita-cita perdamaian ini bukan tanpa tantangan. Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Nasional mencatat pada 2018 – 2019 saja, terjadi 71 peristiwa konflik sosial di berbagai Provinsi. Sebagian besar dilatarbelakangi oleh persoalan politik, ekonomi, sosial, dan budaya," jelasnya.

Data Statistik Potensi Desa (Podes) 2018 menunjukkan hampir 3.150 atau 3,75% dari total 84.000 desa di Indonesia rawan konflik sosial, dan menjadi ajang perkelahian massal. Menurutnya, imbas pandemi Covid-19 saat ini ibarat menghembus api dalam sekam, dapat memantik perbedaan, dan ketegangan menjadi konflik sosial terbuka.

"Sejak 21 September 2010 Kementerian sudah membentuk korps relawan Pelopor Perdamaian Indonesia (Pordam) yang beranggotakan hampir 1.500 relawan di seluruh wilayah Indonesia. Tenaga pelopor perdamaian adalah seseorang yang sudah memiliki Pengalaman dan mendapat bimbingan teknis, dan memiliki latar belakang professional yang menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi upaya-upaya perdamaian dan pencegahan konflik atau teror bagi pihak yang berkonflik untuk berdamai kembali," paparnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar