#DanaDesa#BLTCovid-19

Kemensos Cover Kekurangan BLT Dana Desa di Lampung

( kata)
Kemensos <i>Cover</i> Kekurangan BLT Dana Desa di Lampung
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes DRTT) Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar (kanan) usai acara di Gedung Pusiban Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu, 12 September 2020. (Lampost.co/Triyadi Isworo)

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah terus berupaya untuk hadir di tengah masyarakat saat pandemi covid-19. Upaya pemerintah untuk hadir tersebut salah satunya melalui program bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa. Namun, di Provinsi Lampung masih membutuhkan dana kurang lebih Rp4 miliar untuk membantu tujuh ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) sampai bulan desember ini.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes DRTT) Republik Indonesia, Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa mengenai solusi atas BLT Dana Desa yang tidak cukup untuk sampai Desember, akan dicover oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Data KPM tersebut akan disampaikannya langsung kepada Kemensos.

"Terkait dengan solusi atas dana desa yang tidak cukup untuk BLT yang tidak cukup sampai Desember, di Lampung ada tujuh ribuan KPM sehingga ada kekurangan total dana sebesar 4 miliaran sekian. Itu semua nanti akan dicover oleh Kementerian Sosial. Karena itu wilayahnya kementerian sosial," kata Abdul Halim di Gedung Pusiban Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu, 12 September 2020. 

Ia mengatakan, selain itu, kunjungan kerjanya juga untuk melakukan sosialisasi kepada jajaran pemerintah provinsi/kabupaten di Lampung untuk menyongsong arah pembangunan desa di tahun 2021. Selain itu juga ia melakukan penguatan untuk penggunaan dana desa sebagai representasi kehadiran pemerintah dan negara di masyarakat desa.

"Untuk tahun 2021, anggarannya sama tidak ada perubahan. Total sekitar kurang lebih Rp.72 triliun di RAPBN," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim mengatakan dalam upaya pemberdayaan masyarakat desa, Pemerintah mengeluarkan dana desa yang diperuntukan bagi seluruh desa. Prioritas penggunaan Dana Desa untuk pembangunan desa dialokasikan untuk mencapai tujuan pembangunan desa yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan.

Di Provinsi Lampung pada tahun 2020 ini mendapat alokasi dana desa sebesar Rp2,427 triliun dan sampai saat ini realisasi mencapai Rp. 1,875 triliun atau sebesar 77,25 persen selesai pencairan tahap kedua. Dari realisasi tersebut dana desa yang dipergunakan untuk kegiatan BLT desa sebesar Rp490 miliar dan mengcover 269.598 kepala keluarga. Untuk kegiatan Padat Karya Tunai (PKT) realisasi sebesar Rp487 miliiar dengan menyerap 70.937 tenaga kerja dan untuk kegiatan sarana prasarana tercatat sebesar Rp1,1 triliun dan telah terealisasi sebesar Rp532 miliiar atau 48,46 persen.

"Alhamdulillah, sejauh ini penyelenggaraan dan pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan di desa melalui dana desa dapat berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar