#bantuan#kemensos#tsunami#selatsunda

Kemensos Beri Santunan dan Jaminan Hidup Korban Tsunami Selat Sunda

( kata)
Kemensos Beri Santunan dan Jaminan Hidup Korban Tsunami Selat Sunda
Perwakilan Kemensos Harry Hikmat (kiri) menyerahkan bantuan untuk korban Tsunami Selat Sunda kepada Bupati Pandeglang Irna Narulita. (ANTARA/Weli Ayu Rejeki)


KEMENTERIAN Sosial menyalurkan santunan ahli waris dan jaminan hidup untuk korban tsunami Selat Sunda senilai Rp4,096 miliar. Bantuan disalurkan di dua tempat yakni di Pandeglang senilai Rp1,755 miliar dan di Lampung Selatan Rp2,341 miliar. 
 
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kawasan terdampak tsunami Selat Sunda sudah masuk masa rehabilitasi dan rekonstruksi. Sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo, kata Mensos, Kementerian Sosial bertugas melakukan rehabilitasi sosial yang di dalamnya termasuk memberikan perlindungan dan pemulihan sosial. 
 
"Salah satu wujudnya yaitu memberikan perhatian terhadap korban yang meninggal dalam bentuk santunan ahli waris dan jaminan hidup,” kata Agus, Kamis (27/6/2019). 
 
Mewakili Mensos, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat didampingi Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Margowiyono hadir di dua lokasi tersebut menyerahkan secara langsung santunan kepada ahli waris dan korban di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/6/2019). 
 
Harry menyatakan, musibah yang terjadi pada 22 Desember yang lalu menjadi bagian dari muhasabah diri kita sendiri dan juga bagi korban yang dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. “Semoga korban meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan,” kata Harry Hikmat. 
 
Sesuai dengan arahan Mensos, bantuan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi beban penderitaan atau memberikan tambahan dukungan finansial untuk kebutuhan-kebutuhan dasar maupun kebutuhan lain ketika masa tanggap darurat atau bahkan transisi darurat sudah selesai. 
 
Pemerintah menyalurkan bantuan agar tepat sasaran sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Pemerintah juga mengapresiasi kesabaran korban tsunami dalam menunggu cairnya bantuan. 
 
“Bantuan sosial wajib disalurkan dengan tepat sasaran.Penetapannya sedikit rumit karena memerlukan verifikasi dengan seksama, sehingga mungkin sedikit rumit dalam penetapannya,” kata Harry Hikmat. 
 
Verifikasi penyaluran bantuan sosial dilakukan oleh tim dari Kemensos, tim dinas sosial provinsi dan kabupaten beserta jajaran pemerintah daerah. Bahkan, berikutnya, masih ada lapis kedua yakni verifikasi oleh pihak bank dengan mencocokkannya dengan data dari dinas kependudukan dan catatan sipil. 
 
"Itulah yang membuat penyaluran memakan waktu yang cukup panjang, apalagi untuk korban tsunami,” jelas Harry. 
 
Dalam penyaluran bantuan ahli waris dan jaminan hidup di Kabupaten Lampung Selatan, mewakili Mensos, Dirjen Linjamsos Harry Hikmat bersama Bupati Pandeglang Irna Narulita menyalurkan bantuan langsung kepada ahli waris. 
 
Sebanyak 117 jiwa mendapatkan santunan ahli waris dengan total bantuan sebesar Rp1.755.000.000. Santunan disalurkan secara non tunai melalui Bank BRI. Irna menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial yang selalu mencurahkan perhatian kepada korban tsunami Selat Sunda, khususnya warga Pandeglang. 
 
Salah satu ahli waris penerima bantuan bernama Ninin dari Kampung Ketapang, Desa Cigorondong, Kecamatan Sumur merasa terharu ketika menerima bantuan yang disampaikan secara simbolis itu.
 

MI







Berita Terkait



Komentar