#BencanaAlam#GempaBumi#GempaSulbar

Kemensos Bangun 3 Posko Dapur Umum di Sulbar

( kata)
Kemensos Bangun 3 Posko Dapur Umum di Sulbar
Ilustrasi: Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Dinas Sosial (dinsos) Sulawesi Barat (Sulbar) membangun tiga posko dapur umum bagi korban gempa. Fasilitas itu untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para penyintas gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju.

“Posko ada di tiga titik di Stadion Manakarra, di Kantor Gubernur, dan Majene,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, M Syafii Nasution, dalam Breaking News Metro TV, Sabtu, 16 Januari 2021.

Menurut dia, rencananya posko dapur umum difokuskan di satu titik, yakni Kantor Gubernur. Hal ini demi distribusi dan komunikasi berada dalam satu komando.

Syafii menyebut situasi di Sulawesi Barat  belum sepenuhnya kondusif. Namun, pemerintah berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dasar seluruh korban.

“Bantuan dari Kemensos ada dari gudang kami di Bekasi. Kami juga bawa logistik dengan membawa tenda gulung,” papar dia.

Dia menyebut tenda gulung ialah bantuan yang penting. Pasalnya, masih ada warga di sekitar Majene-Mamuju yang tidur di dalam mobil.

“Karena trauma setelah gempa dengan magnitudo 6,2,” tutur Syafii.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati  mengatakan korban jiwa akibat gempa magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat bertambah menjadi 42 orang. Sebanyak 34 orang meninggal di Kabupaten Mamuju.

"Dan delapan orang di Kabupaten Majene," kata Raditya, Jumat, 15 Januari 2021.

Data Pusat Pengendali Operasi BNPB pada Jumat pukul 20.00 WIB menyebut Rumah Sakit Mitra Manakarra dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju rusak berat. Kerusakan juga muncul di Pelabuhan Mamuju dan Jembatan Kuning di Takandeang, Tapalang Mamuju. Di Kabupaten Majene, 300 rumah yang rusak masih dalam proses pendataan.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar