Punglinapi

Kemenkumham Lampung Investigasi Dugaan Pungli Pembebasan Napi

( kata)
Kemenkumham Lampung Investigasi Dugaan Pungli Pembebasan Napi
Ilustrasi. Google Images

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kanwil Kemenkumham Lampung membentuk tim untuk melakukan investigasi terkait adanya dugaan pungli narapidana yang bebas dalam program asimilasi guna mencegah virus korona atau covid 19.

"Per hari ini sudah saya bentuk tim. Bukan pejabat biasa, langsung saya tunjuk eselon II pak Kadivas (Kadivas Edi Kurniadi)," ujar Kakanwil Kemenkumham Lampung Nofli, Senin, 13 April 2020.

Baca juga: Petugas Diduga Tarik Uang dari Narapidana Program Asimilasi

Nofli berjanji akan memberikan sanksi tegas, jika benar diketahui ada oknum sipir yang menarik pungli jutaan rupiah terhadap napi agar bisa mengikuti program asimilasi.

"Padahal sudah ditekankan berulang kali, semuanya tanpa biaya, dan jangan sampai ada oknum yang berbuat," tegasnya.

Ia meminta napi melapor langsung ke orang nomor satu di Kanwil Kemenkumham Lampung Itu. Caranya, bisa ke nomor layanan pengaduan via WhatsApp yakni 08111599369, email Kanwillampung@kemenkumham.go.id atau Twitter @kumham_lampung dan Instagram @kumhamlampung.

"Tim sedang bekerja, tapi kalau bisa dibantu jika ada napi yang ditarik bisa melapor ke kita, ke saya khususnya guna mempermudah tim, atau rekan media juga," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pembebasan narapidana umum dan anak oleh Kanwil Kemenkumham Lampung sesuai dengan permenhumkam antisipasi penyebaran virus korona dinodai beredarnya kabar permintaan uang oleh oknum petugas di Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan Rumah Tahanan (Rutan) terhadap keluarga narapidana yang dibebaskan.

Winarko



Berita Terkait



Komentar