#kemenkominfo

Kemenkominfo Buka Pelatihan Digital Talent Scholarship di Lampung

( kata)
Kemenkominfo Buka Pelatihan Digital Talent Scholarship di Lampung
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Lampung, Hary Budiarto, di kantor kemenkominfo Lampung, Senin, 14 Maret 2022. (Dok Kemenkominfo Lampung)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka pelatihan digital talent scholarship (DTS) 2022 untuk provinsi Lampung.

"Capaian program DTS tahun 2021 dari 34 provinsi se-Indonesia. Terdapat sebanyak 109.917 peserta dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika Lampung, Hary Budiarto, melalui keterangan tertulis, Senin, 14 Maret 2022.

Dia menjelaskan program DTS 2022 secara nasional menargetkan 200.000 peserta. Program itu terdiri dari beberapa akademi yang menyediakan beasiswa pelatihan digital dengan target sasaran yang berbeda.

"Ada targetnya masyarakat umum untuk kewirausahaan digital melalui Digital Entrepreneurship Academy. Ada pula Thematic Academy dengan tujuan menyiapkan keahlian praktis salah satunya untuk pelaku UMKM,” jelasnya.

Hary menyatakan program DTS 2022 juga menyediakan sertifikasi yang diperuntukkan profesional, mahasiswa, dan SMK. Dia juga menjelaskan pihaknya juga menyiapkan Digital Leadership Academy, untuk membekali pimpinan lembaga dan perusahaan dengan keahlian digital. 

“Targetnya praktisi tingkat pimpinan sebanyak 400 peserta pelatihan,” ujarnya.

Mengenai pelaksanaan pelatihan, Hary menyatakan Kementerian Kominfo melibatkan pemerintah daerah agar bisa tercapai target 200.000 peserta secara nasional. 

"Kami bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk dengan Pemerintah Provinsi dan kabupaten di Lampung. Pendaftaran sudah dibuka sejak awal bulan Januari, sekarang sudah ada 40.000 peserta pelatihan," jelas dia.

Sedangkan untuk beasiswa S2 ada 200 orang yang dianggarkan baik dalam negeri maupun luar negeri. 

"Jadi, kami kerja sama dengan berbagai universitas di Indonesia dan luar negeri. Ada 2 bidang yaitu bidang teknologi informasi dan bidang komunikasi yang diikuti oleh ASN dan pegawai yang sudah bekerja 2 tahun bisa mendaftar," ujar Hary.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar