#reakreditasi#puskesmas

Kemenkes Reakreditasi 7 Puskesmas di Lampura

( kata)
Kemenkes Reakreditasi 7 Puskesmas di Lampura
Caption; Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampura. LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO

Kotabumi (Lampost.co) -- Sebanyak tujuh puskesmas rawat jalan di tahun anggaran (TA) 2020 dipersiapkan untuk reakreditasi. Plt Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara, Listiono, di ruang kerjanya,  Rabu, 26 Februari 2020 mengatakan tim akreditasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di TA 2020 akan melakukan reakreditasi. Dengan rincian puskesmas Kotabumi Udik, Tulang Bawang Baru, Ketapang, Tata Karya, Semuli Raya, Ogan Lima, dan Batu Nangkop.

"Ke tujuh puskesmas yang akan di reakreditasi akan dinaikkan statusnya dari akreditasi madya menjadi utama," ujarnya.

Untuk pelaksanaan akreditasi pada puskesmas akan selalu dilakukan setiap 3 tahun sekali merujuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 46 tahun 2016 tentang akreditasi Puskesmas, klinik pratama, praktek mandiri dokter dan praktek mandiri dokter gigi.

Untuk puskesmas yang telah di akreditasi, setiap 3 tahun itu juga akan ditinjau ulang kelayakannya dan akreditasinya akan ditingkatkan.

"Pelaksanaan penilaian rencana di gelar Juli 2020 mendatang dan pendampingan untuk peningkatan kualitas layanan telah dilakukan tim Dinkes  jauh-jauh hari sebelumnya," kata dia.

 Standar layanan kesehatan yang akan di nilai tim Kemenkes, merujuk Permenkes No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas yang didalamnya mengatur standarisasi tempat, peralatan yang digunakan dan tenaga pelayanan kesehatan bagi pasien.

Selain itu, tim akan menilai kesesuaian penyelenggaraan administrasi manajemen (Admen), penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat (UKM), upaya kesehatan perseorangan (UKP) dan fasilitas layanan kesehatan yang ada di puskesmas setempat.

"Bila penilaian memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dari tim, maka kualifikasi pelayanan untuk tujuh puskesmas telah dinyatakan sesuai dan dinyatakan lolos reakreditasi," tuturnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar