#covid-19#viruskorona#viruscorona

Kemenkes: Kerumunan Berisiko Timbulkan Klaster Baru Covid-19

( kata)
Kemenkes: Kerumunan Berisiko Timbulkan Klaster Baru Covid-19
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Muhammad Budi Hidayat. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satuan Tugas Covid-19 mengungkapkan terdapat risiko terjadinya klaster baru pada aktivitas kerumunan massa di Jakarta dan sekitarnya, beberapa waktu lalu. 

"Dalam dua minggu terakhir terdapat kerumunan massa di daerah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang pasti berisiko memunculkan klaster penularan baru Covid-19. Berdasarkan hasil tracing dan testing pada sejumlah kejadian tersebut berdasarkan data per 19 November, pemeriksaan PCR ditemukan di Tebet total 50 kasus positif, Petamburan 30 kasus, dan Mega Mendung 15 sedang menunggu hasil," ujar Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Muhammad Budi Hidayat dalam konferensi pers di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB, secara live streaming Minggu, 22 November 2020.

Berita terkait: Satgas Temukan 80 Orang Covid-19 dari Kerumunan Jakarta, Banten, dan Jabar

"Atas adanya kerumunan pada kegiatan dalam rangka acara keagamaan dan pernikahan tersebut, Kemenkes mengimbau semua orang yang mengikuti acara tersebut dan siapa pun yang merasa telah kontak dengan orang yang hadir agar melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,  apabila bergejala segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan," ujarnya. 

Pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina di RS Darurat Covid-19 di wisma atlet. Apabila selama karantina di rumah mengalami gejala segera kunjungi puskesmas terdekat untuk dilakukan tes swab.  

Dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran kasus covid-19 ini, Satgas Covid mengharapkan adanya sikap teladan tokoh dan pemerintah daerah kepada masyarakat. "Kepada para tokoh masyarakat, agama, dan pemerintah daerah agar memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Kita harus bekerja sama dalam upaya mencegah dan pengendalian Covid-19 agar ini dapat segera kita atasi," katanya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi dalam penanganan terhadap pasien covid untuk mencegah lonjakan kasus.

"Kemenkes dalam rangka mencegah lonjakan kasus covid, telah menyiapkan langkah antisipasi berupa penyiapan sarana dan prasarana di rumah sakit, di antaranya bila terjadi kenaikan pasien sampai 20 dan 50 persen, RS masih dapat menampung. Sebab, sampai saat ini ketersediaan ruang di RS masih sekitar 50 persen. Jika terjadi kenaikan pasien 50 sampai 100 persen, kementerian telah memerintahkan ke RS menata tempat tidur hingga menambah kafasitas ketersediaan ruang pasien Covid," katanya. 

"Sampai saat ini ketersediaan obat sangat mencukupi dan bufferstock obat masih cukup demikian juga dengan ketersediaan peralatan kesehatan. Oleh karena itu, kami mengimbau semua masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan 3M. Ini penting untuk memutus rantai penyebaran," katanya. 

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar