#kemenkes

Kemenkes Dapat Laporan Sindrom Kuning pada Anak di Sejumlah Wilayah

( kata)
Kemenkes Dapat Laporan Sindrom Kuning pada Anak di Sejumlah Wilayah
Tangkapan layar Juru bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi diunduh Sabtu, 7 Mei 2022. (Medcom.id/Theo)


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mendapatkan laporan sindrom kuning pada anak di sejumlah wilayah. Laporan itu masih diperiksa untuk mengetahui apakah ada kaitannya dengan hepatitis akut atau tidak.
 
"Ada laporan sindrom kuning tapi masih proses verifikasi, ya," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi, Sabtu, 7 Mei 2022.
 
Dia enggan menyebutkan berapa jumlah dan wilayah mana saja laporan itu berasal. Namun, Nadia memastikan pemeriksaan laboratorium akan dilakukan dalam waktu 10-14 hari ke depan.

"Tapi kalau untuk suspek saat ini masih tetap tiga ya," ucap Nadia.
 
Setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan secara resmi kejadian luar biasa (KLB) kasus hepatitis akut misterius pada 15 April 2022, jumlah laporan dari berbagai negara terus bertambah.
 
Per 21 April 2022, tercatat 169 kasus yang dilaporkan di 12 negara, yaitu Inggris 114 orang, Spanyol 13 orang, Israel 12 orang, Amerika Serikat 9 orang, Denmark 6 orang, Irlandia 5 orang, Belanda 4 orang, Italia 4 orang, Norwegia 2 orang, Perancis 2 orang, Romania 1 orang, dan Belgia 1 orang dengan kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun.

Sebanyak 17 anak atau sekitar 10 persen memerlukan transplantasi hati dan satu kasus dilaporkan meninggal. Melihat kondisi tersebut, Kemenkes meningkatkan kewaspadaan terhadap KLB hepatitis akut dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) pada 27 April 2022.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar