sriwijayaairpesawatjatuhkecelakaan

Kemenhub Pastikan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Laik Terbang

( kata)
Kemenhub Pastikan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Laik Terbang
Pesawat Sriwijaya Air. Foto: MI


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan Sriwijaya Air SJ-182 laik terbang sebelum berangkat. Sertifikat terbang pesawat itu masih berlaku sampai 17 Desember 2021.

"Sriwijaya Air telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan," kata juru bicara Kemenhub Adita Irawati dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Januari 2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 terakhir masuk hanggar pada 23 Maret 2020. Pesawat itu tidak beroperasi sampai Desember 2020.

Pada 19 Desember 2020, pesawat itu terbang tanpa penumpang. Pada 22 Desember 2020, pesawat itu terbang lagi dengan membawa penumpang.

Kemenhub menilai Sriwijaya Air SJ-182 memenuhi syarat untuk terbang. Standarisasi sertifikat Kemenhub menjadi tindak lanjut dari airworthiness directive dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat.

"Perintah Kelaikudaraan tersebut mewajibkan operator yang mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737-300/400/500 dan B737-800/900 untuk melakukan pemeriksaan engine sebelum dapat diterbangkan," ujar Novie.

Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.

Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat itu jatuh saat mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.

Winarko







Berita Terkait



Komentar