#LAMPUNG#RUUSISDIKNAS

Kemendikbudristek Targetkan RUU Sisdiknas Masuk Prolegnas 2023

( kata)
Kemendikbudristek Targetkan RUU Sisdiknas Masuk Prolegnas 2023
Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Tjitjik Sri Tjahjandarie. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengajukan naskah terbaru Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) kepada DPR.

Namun, draf terbaru RUU Sisdiknas tersebut menjadi polemik karena banyak menuai kritik dari berbagai kalangan. Bahkan, sejumlah fraksi di DPR mengaku menolak RUU Sisdiknas masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) perubahan tahun 2022 karena terdapat sejumlah pasal yang dinilai kontroversi.

Selain itu juga sejumlah pasal dalam RUU Sisdiknas dinilai tidak menjawab berbagai masalah pendidikan. RUU itu menghapus pasal-pasal penting dalam tiga undang-undang lama terkait pendidikan, yakni UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Mengetahui perkembangan tersebut, Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Tjitjik Sri Tjahjandarie mengatakan bahwa RUU Sisdiknas sedang dilengkapi dan direvisi kembali sesuai dengan arahan DPR RI saat itu.

"Diminta untuk dilengkapi kembali, sehingga kami juga Kemendikbudristek sedang melengkapi berbagai kebutuhannya," kata dia, Kamis, 24 November 2022.

Dia mengungkapkan pada 2023 RUU Sisdiknas ditargetkan masuk prolegnas. "Karena ini merupakan bagian transformasi sistem pendidikan, kami berharapnya begitu," kata dia.

Adapun arahan dari DPR RI ia menjelaskan yakni meminta saran dan masukan dari berbagai stakeholder yang lebih luas, sehingga RUU Sisdiknas bisa cocok dengan sistem yang ada di Indonesia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar