#beritalampung#beritabandarlampung#humaniora

Kemendikbudristek Keluarkan Aturan Baru Seragam Sekolah SD hingga SMA

( kata)
Kemendikbudristek Keluarkan Aturan Baru Seragam Sekolah SD hingga SMA
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengeluarkan aturan baru mengenai seragam sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Aturan terbaru itu tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. 

Dikutip Lampost.co, Senin, 10 Oktober 2022, dalam peraturan itu disebutkan pengaturan pakaian seragam sekolah bertujuan menanamkan dan menumbuhkan nasionalisme, kebersamaan serta memperkuat persaudaraan diantara siswa.

Kemudian menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan, meningkatkan kesetaraan tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi orang tua atau wali, meningkatkan disiplin, dan tanggung jawab siswa. Serta tujuan pengaturan pakaian seragam sekolah menjadi dasar bagi sekolah dalam menyusun peraturan tentang pakaian seragam sekolah. 

Baca juga: Transformasi Layanan Kesehatan Jiwa Harus Didukung Semua Pihak

Selain pakaian seragam sekolah dan pakaian seragam khas sekolah, Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya dapat mengatur pengenaan pakaian adat bagi peserta didik pada sekolah. 

Model dan warna pakaian seragam Nasional peserta didik SD/SDLB berupa atasan kemeja berwarna putih dan bawahan celana atau rok berwarna merah hati. Peserta didik SMP/SMPLB berupa atasan kemeja berwarna putih dan bawahan celana atau rok berwarna biru tua. Peserta didik SMA/SMALB/SMK/SMKLB berupa atasan kemeja berwarna putih dan celana atau rok berwarna abu-abu. 

Lalu pakaian seragam Nasional digunakan peserta didik paling sedikit setiap hari Senin dan Kamis serta pada hari pelaksanaan upacara bendera, pakaian seragam pramuka dan pakaian seragam khas sekolah digunakan peserta didik pada hari yang telah ditetapkan oleh masing-masing sekolah, sedangkan pakaian adat digunakan peserta didik pada hari atau acara adat tertentu.

Pengadaan pakaian seragam sekolah menjadi tanggung jawab orang tua atau wali peserta didik dan dalam pengadaan pakaian seragam sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.

Sekolah tidak boleh mengatur kewajiban dan/atau memberikan pembebanan kepada orang tua atau wali peserta didik untuk membeli pakaian seragam sekolah baru pada setiap kenaikan kelas dan/atau penerimaan peserta didik baru.

Peraturan tentang seragam sekolah ini mulai berlaku sejak diundangkan di Jakarta pada 9 September 2022.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar