#kpk#unila

Kemendikbud Klaim Pejabat Masukkan Mahasiswa Jalur Afirmasi Tak Salahi Aturan

( kata)
Kemendikbud Klaim Pejabat Masukkan Mahasiswa Jalur Afirmasi Tak Salahi Aturan
Plt Sekretaris Ditjen Dikti Ristek, Cici Sri Cahyandari, usai menjadi saksi di persidangan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Unila di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 23 November 2022. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), mengklaim mahasiswa dari kerabat pejabat yang masuk universitas melalui dari jalur afirmasi tidak menyalahi aturan. 

Plt Sekretaris Ditjen Dikti Ristek, Cici Sri Cahyandari, menjelaskan jalur afirmasi sesuai Permendikbud untuk akses mahasiswa kurang mampu atau berasal dari daerah 3T.

Sementara, pejabat yang memasukkan calon mahasiswa mampu melalui jalur tersebut tidak diatur spesifik. 

"Kami selalu sesuai peraturan, yang di luar peraturan Kemendikbud itu bukan kewenangan kami," ujar Cici, usai menjadi saksi dalam persidangan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Unila di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 23 November 2022.

Sebelumnya, dalam persidangan Wakil Rektor II Unila Asep Sukohar dan Ketua SPI Unila juga turut dihadirkan. Asep berdalih mahasiswa yang dibawa sebagian masuk melalui jalur afirmasi. Bahkan pejabat hingga dosen Unila bisa menitipkan keluarga untuk masuk melalui jalur Afirmasi.

Peraturan itu kebijakan Unila yang disetujui Rektor non aktif Unila Karomani. 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar