Mendagumkm

Kemendag Tingkatkan Daya Saing UMKM Gandeng Hotel dan Bank

( kata)
Kemendag Tingkatkan Daya Saing UMKM Gandeng Hotel dan Bank
Ilustrasi UMKM. Foto: MI/Andri Widianto


Surabaya (Lampost.co) -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan komitmennya dalam mendukung program peningkatan daya saing dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan menggandeng grup perhotelan PT AAPC Indonesia (Accor) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI).

Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto mengatakan kerja sama ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo dengan mengedepankan kolaborasi dan sinergi; kreativitas, inovasi, dan kecepatan; serta beradaptasi dengan cara baru. Hal tersebut diperlukan di era digital guna menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang dihadapi. "Kami berharap kerja sama ini dapat membantu meningkatkan daya saing produk dan mentransformasi UMKM dalam memasarkan produk dan pembiayaan usahanya," ujar Suhanto dalam keterangan resminya, Kamis, 26 November 2020.

Kerja sama tersebut merupakan pengembangan pemberdayaan UMKM sektor perdagangan melalui pemanfaatan fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi, serta penyediaan layanan perbankan. Kerja sama itu kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak penyediaan kebutuhan hotel antara Accor dengan UMKM, penyerahan secara simbolis kredit bagi UMKM sebesar Rp525 juta dan penyerahan bantuan alat produksi bagi UMKM.

"Penandatanganan perjanjian kerja sama di Provinsi Jawa Timur ini dilakukan guna mendukung program pemerintah terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM di Provinsi Jawa Timur," jelasnya.

Suhanto mengungkapkan poin penting perjanjian kerja sama ini. Pertama, mencakup koordinasi antarpihak-pihak terkait, pertukaran data dan informasi, serta pembinaan terhadap UMKM. Kedua, kontrak kerja sama pengadaan barang dan/atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi dengan pelaku UMKM di sektor perdagangan yang memenuhi kriteria pihak-pihak terkait.

Ketiga, fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. "Permasalahan yang sering dijumpai UMKM adalah pada aspek kualitas produk, modal, desain kemasan, dan pasar. Untuk itu, pemerintah dengan dukungan pihak-pihak terkait berkomitmen membantu menyediakan dan memperluas pasar produk UMKM dengan memberikan kemudahan pembiayaan dan pemasaran bagi UMKM," imbuh Suhanto.

Chief Executive Officer, Accor Southeast Asia, Japan, South Korea, Garth Simmons di tempat terpisah menyampaikan bahwa kelanjutan kolaborasi antara Accor dan Kemendag ini merupakan bentuk komitmennya sebagai pelaku industri perhotelan yang senantiasa mendukung dan menyambut baik program pemerintah khususnya dalam sektor perdagangan. "Kami berharap dapat berperan aktif memberdayakan UMKM dan melakukan kurasi produk yang akan dimanfaatkan hotel-hotel kami, khususnya di Jawa Timur. Guna memprioritaskan keamanan dan kenyamanan saat tamu berada di lingkungan hotel, ALLSAFE yang merupakan label kebersihan dan higienitas global Accor juga diterapkan secara konsisten," tutur Garth Simmons.

Sebelumnya, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan maksud serupa telah dilakukan pada 15 Oktober 2020 di Semarang, Jawa Tengah, yang pada saat bersamaan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penandatanganan kerja sama juga telah dilakukan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 16 Oktober 2020.

Medcom







Berita Terkait



Komentar