#jtts#kecelakaan#beritalampung

Kemen PUPR: Kecelakaan Tol Karena Masyarakat Belum Terbiasa

( kata)
Kemen PUPR: Kecelakaan Tol Karena Masyarakat Belum Terbiasa
Foto : Dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Akhirnya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dapat beroprasi hingga 240 km, usai Presiden Joko Widodo meresmikan ruas Terbanggi Besar -- Pematang Panggang -- Kayu Agung. Namun, ada beberapa kendala yang dirasakan oleh pengguna.

Pertama, masih ada saja ulah vandalisme yakni pelemparan batu oleh oknum tak bertanggung jawab yang sering terjadi. Kejadian anyar, berlangsung pada senin malam 22.30 wib, di KM 42 ruas Kalianda, bus jurusan Palembang Cirebon pun mengalami pecah kaca, karena ditimpuk.

Kemudian maraknya Lakalantas yang menyebabkan korban jiwa.

Kepala Balai Pengatur Jalan Tol Kementrian PUPR Danang Parikesit memberikan tanggapan. Terkait tindakan pelemparan, untuk upaya penindakan pihaknya menyerahkan hal tersebut ke Polda Lampung, termasuk Polda Sumatera Selatan sesuai jalur yang dilalui.

"Kita serahkan ke pihak yang berwajib, tapi kita juga lalukan pendekatan atau persuasif ke masyarakat setempat, misalnya kita maksimalkan rest area, diiisi sama warga dan ukm-ukm setempat, kita perintahkan ke pengelola tol," ujarnya, Jumat, 15 November 2019.

Kemudian untuk  angka kecelakaan, Danang mengatakan Masyarakat pengguna JTTS belum terbiasa dengan pola jalur yang panjang, sehingga bisa memunculkan berbagai faktor lakalantas seperti, kondisi kebugaran pengemudi (mengantuk) dan juga beberapa ditemukan kondisi ban yang pecah.

"Salah satu upaya kita yakni mempercepat penyelesaian rest area, untuk ban, kan dengan kondisi jalan (rigid) dan kontur ban sehingga cepat panas, kedua pengemudi juga kelelahan, makanya kondisi ban dan kondisi pengemudi kan enggak bisa dibawa terus misalnya 189 km tanpa berhenti," katanya.

Pihaknya pun meminta agar nantinya Resta Area tipe A, segera disediakan bengkel.

Setiaji Bintang Pamungkas

Berita Terkait

Komentar