Koronacoronavirusindia

Kematian Akibat Covid-19 di India Tertinggi Asia

( kata)
Kematian Akibat Covid-19 di India Tertinggi Asia
Warga India antre di toko obat saat pandemi covid-19. Foto: AFP

New Delhi (Lampost.co) -- India menjadi negara terbaru yang jumlah kematian akibat virus korona telah melewati jumlah korban jiwa terbanyak di Tiongkok. India kini mencatat kematian tertinggi akibat covid-19 di Asia.

Korban tewas negara Asia Selatan itu mencapai 4.695 pada hari Kamis, melewati 4.638 kematian dari covid-19 di Tiongkok, sedangkan angka kematian hari ini menunjukkan 4.713 jiwa.

Negara dengan populasi mencapai 1,3 miliar itu sekarang memiliki jumlah kematian tertinggi di Asia, tidak termasuk Iran.

Jumlah korban tewas di negara itu bertambah empat kali lipat dalam waktu kurang dari sebulan atau meningkat lebih dari 1.000 selama seminggu terakhir. Sementara infeksi telah melonjak pada kecepatan yang sama.

Pakar pemerintah telah mulai mengakui puncak wabah tidak akan sampai Juni atau Juli. Jumlah total kasus di India sudah sekitar dua kali lipat dari tingkat di Tiongkok, dan juga melampaui yang ada di Iran. Infeksi naik menjadi 165.389 pada Jumat menurut data dari Johns Hopkins University.

"Harapannya adalah lockdown akan dapat mencegah penularan, tetapi jelas itu tidak terjadi," kata Direktur Eksekutif George Institute of Global Health, India, Vivekanand Jha, seperti dikutip The Japan Times, Jumat, 29 Mei 2020.

Meskipun angka di India masih jauh di belakang jumlah kasus dan kematian seperti AS, Spanyol dan Italia, pertumbuhan yang cepat dari beban virus India muncul ketika laju infeksi baru mulai meningkat.

Semetara jumlah kasus menurun di banyak negara kaya tempat pandemi pertama kali terjadi. Dikhawatirkan covid-19 ini meledak di negara berkembang.

Dalam beberapa minggu terakhir, epidemi di Brasil dengan cepat tumbuh menjadi yang terbesar di dunia setelah AS. Sementara Peru, Meksiko dan Chile semuanya dengan cepat berkembang menjadi titik-titik masalah.

Para ahli kesehatan memperingatkan awal tahun ini akan bahaya yang ditimbulkan oleh virus korona untuk negara berkembang seperti India, yang memiliki lebih sedikit strategi untuk menahan penyebaran penyakit daripada negara kaya.

Penguncian tidak dapat dipertahankan selama di negara miskin di mana banyak orang bergantung pada upah harian untuk bertahan hidup, daerah kumuh yang padat membuat jarak sosial menjadi tidak mungkin, dan sistem kesehatan yang kekurangan sumber daya bahkan pada saat-saat terbaik sekalipun.

“Sistem perawatan kesehatan negara-negara ini akan diuji dengan sangat buruk, dan sangat mungkin bahwa dalam banyak kasus mereka tidak akan mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Jika itu masalahnya, sayangnya, kita akan melihat banyak sekali penderitaan,” tutur Jha.

Infeksi virus korona India meningkat pada laju tercepat di Asia karena Perdana Menteri Narendra Modi telah dipaksa untuk mulai secara bertahap melonggarkan penguncian nasional negara itu.

Ini dilakukan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi dan mengurangi rasa sakit dari apa yang ditetapkan sebagai kontraksi tahunan pertama ekonomi dalam 40 tahun.

Penguncian yang dimulai pada 25 Maret dan dijadwalkan berakhir pada 31 Mei, sebagian bertujuan memberi negara lebih banyak waktu untuk membangun sistem perawatan kesehatannya.

Pemerintah telah meningkatkan pengujiannya untuk mengidentifikasi kasus-kasus baru, tetapi populasi India yang besar berarti upaya-upayanya hanya mencakup sebagian kecil penduduk.

Winarko



Berita Terkait



Komentar