#lampung#lampura#sapi

Kemarau Panjang Ganggu Reproduksi Sapi di Lampura

( kata)
Kemarau Panjang Ganggu Reproduksi Sapi di Lampura
Ilustrasi. Dok/Lampost.co


Kotabumi (Lampost.co) --Kemarau panjang memengaruhi ternak sapi dengan terganggu reproduksi atau kesulitan buntung karena buahi tenang atau tidak menunjukkan berahi. Hal itu juga menyebabkan risiko kegagalan inseminasi buatan (IB) semakin tinggi.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Lampung Utara, Aris Siswoyo, mengatakan hasil pemeriksaan petugas kesehatan hewan (keswan), dampak kemarau panjang ini telah berpengaruh pada produktivitas ternak. Hal itu karena sapi yang dibudidayakan rata-rata mengalami gangguan reproduksi.

"Suhu panas yang berkepanjangan secara tidak langsung berpengaruh pada sirklusreproduksi ternak sapi. Itu ditandai dengan terjadinya buahi tenang atau sudah masanya berproduksi tapi belum terlihat tanda berahi pada sapi tersebut," ujarnya, Rabu, 13 November 2019.

Akibat buahi tenang, pelaksanaan inseminasi buatan (IB) pada sapi yang dilakukan petugas tidak tepat waktu sehingga menyebabkan risiko kegagalan menjadi semakin tinggi. Selain itu, ternak yang kurang menerima asupan pakan berkualitas karena sulitnya mencari pakan di musim ini berdampak ternak mengalami kurang gizi yang menyebabkan hipo fungsi ovarium, corplus luterum presisten (CLP), dan endomertivis (peradangan uterus).

"Dari laporan petugas IB, jika sudah terlihat tanda fisik pada sapi seperti keluarnya cairan pada alat reproduksi dan mesti dilaksanakan IB, di musim hujan rata-rata 2 sampai 3 kalisapi telah mengalami kebuntingan. Di kemarau ini, IB yang dilakukan petugas bisa dilakukan 5 sampai 9 kali, itu pun tingkat keberhasilannya untuk kebuntingannya sekitar 50 persen. Penyebabnya dimungkinkan karena suhu panas sehingga sapi tidak nyaman atau kurang gizi" kata dia.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar