#kemarau#kekeringan#gagalpanen#beritalamsel

Kemarau, 68 Ha Tanaman Padi di Ketapang Terancam Gagal Panen

( kata)
Kemarau, 68 Ha Tanaman Padi di Ketapang Terancam Gagal Panen
Tanaman padi kekeringan. Lampost.co/Aan Kridolaksono

KALIANDA (Lampost.co) -- Memasuki musim kemarau, sekitar 68 hektare tanaman padi umur 34 hingga 55 hari setelah tanam di sejumlah desa di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan terancam gagal panen karena mengalami kekeringan. 

Para petani yang dekat dengan sumber air atau sumur bor masih mengupayakan pompanisasi.

Petugas Pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) UPT Dinas Pertanian Kecamatan Ketapang,  
Avit Rakedi mengatakan umur tanaman padi antara 30-70 hari setelah tanam mengalami kekeringan. Rinciannya 55 hektare kategori ringan dan 13 hektare kategori sedang.  "Tanaman padi yang kekeringan akan bertambah luas apabila tidak ada hujan dalam beberapa hari terakhir ini. Mengingat banyak sawah tadah hujan," kata Avit kepada Lampost.co, Selasa (23/7/2019).

Lahan tanaman padi yang kekeringan saat ini,  ujar Avit,  tersebar disejumlah desa, terutama disepanjang jalan lintas pantai timur, Kecamatan Ketapang. 

Sementara Ketua Kelompok Tani di dusun Bangunsari, Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang Bakdi menyebutkan biasanya kekeringan terjadi pada musim tanam padi ketiga (antara Agustus sampai Septemper).

Namun, tahun ini mulai musim tanam padi kedua sudah mulai dilanda kekeringan. Kondisi ini sudah terjadi sejak awal Juni lalu. "Hujan terakhir terjadi pekan lalu. Itupun hanya numpang lewat. Sementara sebelum sudah ada dua pekan enggak diguyur hujan.  Akibatnya, tanaman padi ini kekeringan," ujarnya.

Ia menuturkan, petani di wilayahnya menanam padi sesuai jadwal yang dilakukan tiap tahun. Dan, tidak menyalahi aturan musim tanam yang biasa dilakukan. "Ini merupakan fenomena alam yang meresahkan petani. Kabarnya kemarau ini lebih panjang dibandingkan musim tahun lalu," ujarnya.

Aan Kridolaksono

Berita Terkait

Komentar