#viruscorona#viruskorona#blt#beritalampura

Keluhan Kaum Marginal Desa Batu Nangkop di Tengah Pandemi

( kata)
Keluhan Kaum Marginal Desa Batu Nangkop di Tengah Pandemi
Sejumlah warga Desa Batu Nangkop, Kecamatan Sungkai Tengah, terdampak korona yang belum menerima bantuan BLT-DD menyampaikan keluhannya dikediaman salah satu warga desa setempat, Selasa (26/5/2020).  LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO

Kotabumi (Lampost.co): Dampak pandemi Covid-19 dirasakan hampir seluruh lapisan masyarakat. Di perdesaan, anjloknya harga komoditas pertanian maupun perkebunan, seperti karet, jagung, dan lainnya karena pandemi tersebut sangat dirasakan kaum petani.

Imbas yang paling terdampak dari mata rantai sosial di desa adalah mereka yang bekerja sebagai buruh upahan atau buruh tani, seiring dengan semakin sedikitnya petani yang menggunakan jasa mereka sehingga wajar, kucuran bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD) sebesar Rp600 ribu/kepala keluarga (KK) selama tiga bulan menjadi harapan bagi rakyat miskin di wilayah perdesaan. Hanya saja, di lapangan ditemukan penyaluran bantuan itu tidak merata dirasakan bagi mereka yang terdampak covid-19. 

"Saya belum pernah menerima bantuan sosial apapun dari pemerintah dan sejak terjadi wabah korona. Kondisi ekonomi keluarga saya makin terjepit dan sebagai warga yang terdampak saya berharap mendapat BLT-DD untuk meringankan beban keluarga yang mesti saya tanggung," ujar Rusdi (56) warga Desa Batu Nangkop, Kecamatan Sungkai Tengah, bersama beberapa rekan senasib, Selasa, 26 Mei 2020.

Dia mengaku mata pencarian untuk menafkahi keluarganya sebagai buruh tani dengan upah berkisar Rp50-70 ribu dapat diperoleh dalam sehari. Namun, sejak wabah korona, petani yang membutuhkan jasa tenaganya sangat jarang.

"Sejak wabah korona, saya lebih banyak menganggur. Seminggu, paling 2-3 hari bekerja. Itu pun mungkin karena pemilik lahan kasihan. Nilai tenaga yang diterima sehari itu hanya cukup untuk membeli sekitar 3 kilo beras," kata dia. 

Pada Mei 2020, ada informasi  BLT dari dana desa (DD) sebesar Rp600 ribu/KK akan dibagikan bagi warga yang terdampak korona. Menurutnya, nama dia masuk dalam daftar penerima bantuan tersebut, karena masuk kualifikasi sebagai warga yang berhak menerima bantuan. Hanya saja, saat pembagian bantuan nama dia hilang dalam daftar keluarga penerima manfaat bantuan itu.

"Saat pembagian BLT-DD, bukan hanya saya yang tidak masuk daftar penerima bantuan, tapi ada 60 warga Desa Batu Nangkop terdampak korona juga mengalami hal serupa," kata Rusdi.

Hal yang sama juga diungkapkan Nyoman Sudarme yang juga belum menerima bantuan tersebut.

"Secara pribadi, saya bersama warga yang belum menerima kucuran dana bantuan itu, berharap untuk lebih diperhatikan nasib kami dari pihak desa," tuturnya yang diamini warga desa setempat.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar