#bantai#kucing#gangguanjiwa

Keluarga Tak Tahu Lani Bantai Belasan Kucing

( kata)
Keluarga Tak Tahu Lani Bantai Belasan Kucing
Foto: Lmapost.co/Umar Robbani

Pesawaran (Lampost.co) -- Belasan kucing ditemukan mati dan dibuang ke laut di Sukajaya, Lempasing, Pesawaran pada Sabtu, 30 November 2019 lalu. Diketahui dari warga setempat, kucing tersebut dibantai oleh M Zaelani alias Lani warga setempat yang mengidap gangguan jiwa.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut keluarga pelaku mengaku tak mengetahui peristiwa itu. Lia kakak kandung pelaku, mengaku tidak pernah melihat secara langsung. Ia mengakatan mengetahui sang adik membunuh kucing berdasarkan cerita warga.

Lia juga mengaku tak tahu kalau adiknya kerap keluar dimalam hari. Namun menurtnya, sebulan belakangan adiknya suka tidur di luar dengan alasan panas.

"Saya nggak pernah lihat dia nyakitin binatang, tapi tetangga pada bilangnya begitu (bunuh kucing). Ibu juga sering tengok kalau malam, ada nggak di depan rumah, jadi kita gak tau keluarnya kapan," kata dia.

Ia berharap adiknya bisa mendapat bantuan untuk disembuhkan. Pihak keluarga hanya sebatas membawa Lani ke pengobatan alternatif lantaran tidak punya biaya.

Lia mengatakan, gangguan jiwa yang dialami adik kandungnya tersebut sejak pulang dari tempat Lani bekerja dahulu di Labuhan Maringgai, Lampung Timur sebagai nelayan. Ia memaparkan, sepulang dari sana Lani lebih banyak diam dan suka berbicara sendiri.  "Adek saya (Lani) ini jarang kalau marah, biasanya ia marah kalau permintaannya tidak dituruti," tuturnya.

Terkait hal tersebut, komunitas Cat Rescue Lampung (CRL) sangat menyayangkan peristiwa itu terjadi. Menurutnya hal itu tidak hanya mengganggu habitat hewan, namun juga telah meresahkan.

Menurutnya, tidak menutup memungkinkan peristiwa itu terjadi pada warga. Terlebih lanjut dia, pelaku merupakan orang dengan gangguan jiwa. Bahkan sebelumnya pernah mengganggu seorang anak. "Informasi dari warga pernah mengganggu anak kecil disini, dipukul kepalanya," kata dia.

Ia menambahkan, pihak keluarga telah mengakui hal itu dan berharap bisa membawa ke rumah sakit jiwa. Berliani berharap ada bantuan untuk membantu pembiayaan rumah sakit. "Karena jika dibiarkan nanti bisa beralih ke warga khususnya anak-anak," kata dia.

Setiaji Bintang Pamungkas

Berita Terkait

Komentar