#beritalampung#beritadaerah#lampung#Pringsewu#tewas#mahasiswa#Unila

Keluarga Sebut Ada Luka Lebam di Kaki dan Wajah Aga

( kata)
Keluarga Sebut Ada Luka Lebam di Kaki dan Wajah Aga
Almarhum saat akan dimakamkan. Lampost.co/Widodo

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Jenazah Aga Trias Tahta (19) mahasiswa Fakultas Fisip Unila jurusan Sosiologi angkatan 2019 yang tewas saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar) di Padang Cermin dimakamkan sekitar pukul pukul 11.15 di pemakaman pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo.

Pantauan lampost.co di rumah duka, Dekan Fakultas Fisipol Unila Syarif Mahya, Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni Dadang Karya Bhakti, Ketua Jurusan Sosiologi Ikram dan sejumlah dosen serta puluhan mahasiswa tampak hadir melayat. Sejumlah polisi juga tampak hadir dan informasinya tim Inavis sudah melaksanakan pemeriksaan. 

Baca juga: Mahasiswa Unila Tewas Saat Diksar Diduga Kelelahan

Usai pemakaman, ayah kandung korban Deni Muhtadin (53), didampingi kakak kandung korban Gani Dewantara  (27), kakak ipar korban Amin Abdurrahman (38), menyatakan masih menunggu kebijakan Kampus Unila. Secara khusus ayah kandung korban menyatakan sudah menerima musibah yang menimpa anaknya.

Tetapi yang ia sayangkan mengapa informasi keberadaan anaknya justru datang dari pihak rumah sakit, bukan dari panitia Diksar. Anehnya kata dia, saat ditelpon pihak rumah sakit kondisi anaknya masih dalam perawatan sekitar pukul 14.00, Minggu 29 September 2019.

Baca juga: Aparat Dalami Kasus Mahasiswa Unila Tewas Saat Diksar

"Setibanya di rumah sakit Bumiwaras, ternyata anak saya sudah meninggal dunia," ungkap ayah kandung korban kepada lampost.co, Senin 30 September 2019.

Menurutnya, sesaat sampai di RS Bumiwaras, langsung menuju ruang jenazah dan mendapati anak kandungnya sudah terbujur kaku dengan kondisi lebam di kaki dan sebagian muka.

"Memang sempat dapat kabar anaknya jatuh, tetapi luka-luka di tubuhnya mencurigakan seperti ada yang tersembunyi," tambahnya.

Sedangkan Gani Dewantara kakak kandung korban, meskipun sudah menerima musibah yang menimpa adiknya, tetapi pihak keluarga harus tahu penyebabnya. "Karena lukanya banyak," kata dia.

Sementara, kakak ipar korban Amin Abdurrahman, belum menerima dengan meninggalnya adik isterinya tersebut. Tetapi untuk saat ini pihak keluarga besar belum akan melaporkan kasus tersebut ke polisi, dan masih menunggu kebijakan Kampus Unila.

Widodo

Berita Terkait

Komentar