#JAD

Keluarga Menduga Tri Tak Terlibat JAD

( kata)
Keluarga Menduga Tri Tak Terlibat JAD
dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co): Densus 88 Anti Teror Polri mengamankan 4 terduga teroris di Lampung, yakni Rifki, Aul Putra Daulah atau Arif Hidayat, Yunus dan Tri, pada Senin 14 Oktober 2019. Mereka diduga terlibat jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang berkaitan dengan penusukan Menkopolhukam Wiranto

Keluarga Tri pun angkat bicara. Ia memiliki nama Tri Haryono (32). Sementara rumah yang sempat diperiksa Densus 88 Anti Teror Polri di Gang Pusri, Jalan Dr. Susilo merupakan rumah keluarga besar Tri.

Di gang Pusri, jalan Dr. Susilo Tim Densus 88 mengamankan barang bukti berupa 1 unit laptop, 5 amunisi, dua kotak hp, satu HP, dan kabel-kabel.

"Jadi kan waktu Densus itu mau periksa, laporan dulu ke RT setempat, nah memang yang dicari ini Rifki, tapi kok bisa Tri juga terlibat. Rifki itu memang kadang bulak-balik ke rumah, tapi enggak seringkali," ujar Yudi kakak kandung Tri pada Lampost.co, Rabu 16 Oktober 2019.

Berita Terkait :

JAD Siapkan Bom Beracun Berdaya Ledak Tinggi

Nurhasanah Tak Mengira Cucu Tirinya Terlibat Jaringan JAD

Hingga saat ini, belum ada pemberitahuan secara resmi dari pihak Densus 88 atau Polda Lampung ke keluarganya soal penangkapan, pemeriksaan, juga keterlibatannya.

"Biasanya kan ada prosedur tuh kayak 1x24 jam, atau status dari penyelidikan ke penyidikan, nah kita belum tahu apa, saya juga dapat info kalau adik saya enggak terlibat, tapi ini kami masih nunggu dari kepolisian," katanya.

Ia tak mengetahui secara spesifik hubungan Tri dengan Rifki, namun informasi sementara memang adiknya dan Rifki itu bekerja lepas di K-13 yang terletak di Kaliawi dan di kelola oleh, Zulkarnain. K-13 merupakan usaha pembuatan panggung, sound system, lighting musik dan berbagai acara.

"Kalau sama Rifkinya saya kurang tahu, tapi adik saya itu bisa pasang baja ringan, pasang atap, servis laptop dan sebagainya, nah laptop yang dibawa itu dan kabel-kabel juga laptop servisan, nah kalau peluru itu kita juga enggak tahu kenapa bisa ada" katanya.

Ditanya soal perilaku, Yudi mengatakan kalau Tri secara umum, masih dalam batas normal dan memiliki logika yang kuat, sehingga sepertinya tidak terpapar jaringan radikal atau JAD.

"Dia itu soal kayak gitu paham, dia enggak berani (jihad), kadang sering ngobrol sama saya, ya ibadah juga enggak rajin, atau kelakuan aneh, jadi enggak kayak yang biasa diduga, cuma memang dia agak pasif belakangan ini, karena dia dulu memang pernah terlibat pidana umum, tapi kan dulu, dia sudah bebas, sudah bisa usaha sendiri," katanya.

Karopenmas Mabes Polri Brigjenpol Dedi Prasetyo, belum bisa dikonfirmasi terkait status para terduga. Berdasarkan  Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme  polisi memiliki waktu 21 hari sejak penangkapan untuk menetapkan status para tersangka, hal tersebut tertuang dalam pasal 28.

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar