#pembunuhan#Pertikaian#sengketa

Keluarga Korban Duga Pembunuhan di Anak Tuha Direncanakan

( kata)
Keluarga Korban Duga Pembunuhan di Anak Tuha Direncanakan
Sidang perdana kasus pembunuhan buntut sengketa lahan di Anak Tuha, di PN Gunung sugih, pada Kamis, 1 Juli 2021, kemarin. Lampost.co/Wahyu Pamungkas


Gunungsugih (Lampost.co) -- Perwakilan keluarga korban tewas pada kasus sengketa lahan di Anak Tuha, Lampung Tengah (Lamteng) meminta penegak hukum mengganjar para pelaku seberat-beratnya. Pasalnya, mereka menduga kasus tersebut bermotif pembunuhan berencana. 

Hal itu disampaikan keluarga korban menyusul digelarnya sidang perdana di PN Gunung sugih, pada Kamis, 1 Juli 2021, kemarin. Perwakilan keluarga korban, Deby Oktarian, menjelaskan keluarga korban Abdul Rahman (60), warga Kampung Bumi Aji, dan Edison Raka (40), warga Kampung Haji Pemanggilan, Kecamatan Anak Tuha aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Lamteng untuk memutuskan perkara dugaan pembunuhan tersebut dengan seberat-beratnya.

"Ini kan pembunuhan berencana. Kenapa hanya Pasal 338 yang disangkakan? Saya tahu persis perkara ini, karena saya bersama rekan-rekan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandar Lampung memberikan pendampingan hukum kepada korban mulai dari awal sampai dengan selesai," ungkapnya, Jumat, 2 Juli 2021. 

Baca: Dua Kelompok Warga Bentrok di Lahan Sawit, Satu Tewas

 

Tak hanya itu, Derbi juga memaparkan adanya temuan di lapangan berupa absensi pengumpulan massa untuk melakukan penyerangan terhadap korban. 

"Kami juga sudah memberitahukan kepada pihak kepolisian bahwa sebelum terjadi pembunuhan memang sudah direncanakan," lanjutnya.

Deby juga menyebut, ada salah satu pelaku yang belum ditetapkan sebagai tersangka. Oleh karena itu dia meminta agar pihak kepolisian segera menangkapnya.

"Sampai saat ini belum ditangkap," kata dia.  

Humas PN Gunungsugih, Aristian Akbar mengatakan, sidang perdana untuk mendengarkan dakwaan dari penuntut umum tersebut berjalan lancar sampai dengan selesai.

"Dalam sidang, apa yang didakwakan kepada para terdakwa sudah dibacakan. Kemudian diminta pendapat kepada terdakwa apakah keberatan atau mengajukan eksepsi terhadap apa yang didakwakan kepada dirinya," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, pertikaian warga terjadi di Kampung Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha hingga mengakibatkan dua orang tewas pada Kamis, 14 Januari 2021. Peristiwa berawal saat kedua korban mendatangi lahan yang menjadi sengketa di Kampung Bumi Ilir. Keduanya bertemu sejumlah warga yang juga mengklaim sebagai pemilik lahan.

Selang beberapa menit, kedua pihak terlibat cekcok yang berujung perkelahian hingga menewaskan kedua korban.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar