#diksarmaut#beritalampung#penganiayaan

Keluarga Korban Diksar Maut Menanti Hasil Autopsi

( kata)
Keluarga Korban Diksar Maut Menanti Hasil Autopsi
Deni Muhtadin ayah kandung Aga Trias Tahta. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti

PRINGSEWU (Lampost.co) -- Sempat menolak untuk dilakukan autopsi kepada jenazah almarhum Aga Trias Tahta, mahasiswa FISIP Universitas Lampung (Unila) yang meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dasar (Diksar), keluarga akhirnya memperbolehkan pihak kepolisian melakukan autopsi, karena ada dugaan Aga meninggal setelah digelonggongi.

Gani Dewantara kakak kandung Aga Trias Tahta, mengatakan dilakukan autopsi bertujuan untuk mencari bukti-bukti tambahan, kalau memang benar adanya aksi keji tersebut. "Kemarin sudah dilakukan pembongkaran makam, dari pukul 08.20 sampai pukul 14.00, dan jenazah langsung dikebumikan lagi," Minggu, 27 Oktober 2019.

Gani juga mengatakan, sampai saat ini pihak keluarga pun belum mengetahui hasil autopsi yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian, karena menurutnya pihak kepolisian masih menunggu hasil dari laboratorium terlebih dahulu. "Katanya sih dibawa ke lab yang ada di Jakarta. Jadi kami pun dari pihak keluarga masih menunggu hasil labnya," ungkapnya.

"Benar memang awalnya keluarga menolak autopsi, tapi setelah pihak kepolisian menceritakan fakta baru kalau adik saya meninggal karena digelonggongi, akhirnya keluarga setuju untuk membongkar makam adik saya untuk dilakukan autopsi," jelas.

Dia mengatakan sebelum pihak kepolisian menceritakan kepada pihak keluarga Aga, aksi penggelonggongan itu juga memang benar dilakukan setelah mendapatkan informasi dari para tersangka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka di Polres Pesawaran.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar