#Korban#DiksarMaut

Keluarga Korban Diksar Maut Meminta Pihak Kampus Hadir di Persidangan

( kata)
Keluarga Korban Diksar Maut Meminta Pihak Kampus Hadir di Persidangan
Deni Muhtadin orang tua Aga Trias Tahta, seusai sidang perdana diksar maut. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti


Pesawaran (Lampost.co) -- Deni Muhtadin (54) orang tua dari Aga Trias Tahta, korban yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan diksar maut Cakrawala Universitas Lampung (Unila), meminta agar pada persidangan selanjutnya dapat menghadirkan pihak kampus.

"Anak anak ini kan hanya jadi wayang saja, sedangkan di kampus ada dekan, rektor yang mendapat tembusan kegiatan ini. Dekan kemahasiswaan juga ada. Kemudian dekan ini sudah membentuk mahasiswa untuk menjaga kejadian di lapangan, tapi kenapa saat kejadian itu mahasiswa yang dikirim untuk menjaga itu tidak ada di lapangan," jelasnya seusai mengikuti sidang perdana Diksar maut di Pengadilan Negeri Gedongtataan, Senin, 3 Februari 2020.

Menurutnya pihak kampus tidak bertanggung jawab atas kasus ini. "Sekarang saja, dari dekan maupun rektor semua tidak mau tahu atas kejadian ini, maka dari itu saat sidang selanjutnya dari pihak Unila selaku penanggung jawab harus dapat dihadirkan," tambahnya.

Dirinya juga mengatakan, selain meminta pihak Unila dihadirkan, pihak keluarga pun meminta agar sepuluh alumni yang sebelumnya di sebutkan oleh saksi yang mengalami kekerasan juga, untuk turut dihadirkan dalam sidang.

"Saksi dari inisial Al, sebelumnya mengatakan ada sepuluh alumni yang datang dan ikut melakukan kekerasan, namun pada sidang perdana ini tidak ada nama mereka, kalau mereka itu tidak dihukum juga sampai dengan sidang putusan, saya sangat tidak puas," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan, ada beberapa kejadian yang dialami putranya tidak masuk dan tidak dibacakan.

"Seperti anak saya digelonggongi kan tidak masuk dalam dakwaan, tapi saya tidak mengharapkan lebih, selagi yang ada itu hukumnya ditegakkan dengan sebaik baiknya saya tidak mempersoalkan, kalau bisa anak anak ini dihukum sesuai dengan apa yang mereka lakukan terhadap anak saya sampai harus kehilangan nyawa," pungkasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas






Berita Terkait



Komentar