#lampung#pesawaran#diksar

Keluarga Korban Diksar Bantah Minta Bertemu Rektor Unila

( kata)
Keluarga Korban Diksar Bantah Minta Bertemu Rektor Unila
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

PESAWARAN (Lampost.co) -- Pengacara 17 panitia pendidikan dasar (diksar) UKM Cakrawala mengklaim keluarga korban Aga Trias Tahta, mahasiswa FISIP Unila Jurusan Sosiologi angkatan 2019, yang meninggal saat mengikuti kegiatan tersebut menginginkan rektor Unila datang ke rumah korban. Namun, hal itu dibantah pernyataan pengacara para tersangka.

"Kami tidak pernah meminta seperti itu. Kemungkinan ucapan itu keluar dari pengacara para tersangka karena beberapa hari lalu ada pihak FISIP yang datang ke rumah namun oleh kakak ipar saya diusir," ujar Gani Dewantara, kakak kandung Aga, melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa, 22 Oktober 2019.

Berita Terkait:

Kuasa Hukum Panitia Diksar Cakrawala Belum Serahkan Surat Penangguhan

Dia menjelaskan sampai saat ini keluarga tidak ingin melakukan perdamaian. "Kalau niat pelaku pasti ada untuk berdamai, tapi keluarga kami menolak," katanya.

"Soalnya kemarin pihak dekanat datang dengan para keluarga pelaku ingin melakukan perdamaian. Namun, disuruh pulang oleh kakak ipar dan kebetulan saya sedang tidak di rumah. Mereka datang juga tidak memberi tahu keluarga kami," katanya.

Sebelumnya, Yudi Yusnandi, pengacara dari para panitia yang telah ditetapkan sebagai tersangka, mengatakan, masih menyiapkan berkas penangguhan penahanan dan saat ini pun sedang melakukan pendekatan secara persuasif dengan keluarga korban.

"Kemarin keluarga korban menginginkan rektor dari Unila datang ke rumah keluarga korban. Kami sudah meminta rektor hadir dan mereka menyanggupinya. Namun, hari ini dibatalkan oleh pihak Unila tidak tahu apa kendalanya," katanya.

Putra Pancasila Sakti



Berita Terkait



Komentar