#penembakan#oknumpolisi

Keluarga Korban Berharap Kasus Penembakan di Kafe RM Ditangani Serius

( kata)
Keluarga Korban Berharap Kasus Penembakan di Kafe RM Ditangani Serius
Suasana duka keluarga Doran Manik di Jalan Sultan Haji, Kota Sepang, Labuhan Ratu. Lampost.co/Umar Robani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Keluarga Doran Manik berharap kasus penembakan ditangani serius. Doran Markus Manik merupakan warga Lampung yang meninggal ditembak oknum polisi saat bekerja di Jakarta.

Ayah korban, Ruben Manik mengungkapkan, dirinya belum menerima kematian sang anak. Terlebih, Doran tertembak dengan tanpa terlibat perseteruan. 

"Anak saya hanya bekerja, tidak salah. Oknum polisi itu berkonflik dengan petugas keamanan. Kenapa anak saya jadi korban?" ungkapnya, Senin, 1 Maret 2021.

Ia menuturkan, Doran merupakan anak yang patuh dan baik. Selama hidupnya, korban tak pernah melawan dan menyusahkan orang tua.

Doran tinggal di Jakarta sejak 2019 setelah menikah. Di ibukota, almarhum tinggal bersama mertua, istri, dan tiga anaknya.

Baca: Kasir Kafe RM yang Ditembak Oknum Polisi Dimakamkan di Bandar Lampung 

 

Ruben terakhir bertemu sang anak pada 16 Januari lalu. Saat itu ia sedang transit perjalanan di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

"Kemarin itu saya perjalanan dari Kualanamu ke Lampung, tapi transit di Jakarta. Jadi saya menginap dulu di sana," kata dia.

Doran merupakan satu dari tiga korban tewas yang menjadi sasaran tembak Bripka Cornelius Siahaan, oknum anggota Polsek Kalidres di Kafe RM, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis, 25 Februari 2021.

Selain Doran Manik yang bertugas sebagai kasir Kafe RM, ulah oknum aparat tersebut juga menewaskan petugas keamanan Kafe RM, yakni Martinus Kardo Rizky yang juga anggota Kostrad TNI AD, serta Fery Simanjuntak, pelayan atau waiters. Ketiganya tewas ditembak oknum polisi yang sedang mabuk. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar