#kapalhilang#kmemj7

Keluarga ABK KM EMJ 7 Disebut Bisa Gugat Perusahaan Pemilik Kapal

( kata)
Keluarga ABK KM EMJ 7 Disebut Bisa Gugat Perusahaan Pemilik Kapal
Pencarian Basarnas terhadap KM EMJ 7 yang dinyatakan hilang kontak. Dok Basarnas


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat hukum dari Universitas Lampung (Unila), Eddy Rifai mengatakan, keluarga anak buah kapal (ABK) KM EMJ 7 yang hilang kontak di Perairan Ujungtanjung Belimbing, Pesisir Barat, bisa mengajukan gugatan terhadap perusahaan pemilik kapal jika memiliki bukti autentik dari pemerintah.

"Bisa menggugat kalau memang itu meninggal, harus ada surat kematianannya," katanya, Jumat, 3 September 2021.

Pernyataan perusahaan bahwa KM EMJ 7 hilang kontak atau tidak ditemukan itu juga harus ada keterangan dari pemerintah untuk dijadikan bukti dalam mengajukan gugatan.

"Kalau dia hilang begitu saja, tidak jelas, maka belum bisa," katanya.

Baca: Pemkot akan Beri Bantuan Hukum ABK KM 7 Asal Bandar Lampung

 

Eddy menyebutkan,  keluarga ABK juga diperbolehkan menolak dana kompensasi dan menggantinya dengan mengajukan gugatan ganti rugi.

Dia menjelaskan, gugatan ganti rugi dapat diajukan berdasarkan Pasal 40 ayat (1) Undang-undang Pelayaran. Di dalam aturan itu ditegaskan, perusahaan angkutan di perairan bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan penumpang dan/atau barang yang diangkutnya, salah satunya kematian atau luka penumpang yang diangkut.

"Berdasarkan pasal tersebut, perusahaan bertanggung jawab memberikan jaminan atas keselamatan penumpang yang sah. Oleh sebab itu, apabila pihak kapal menolak mengganti kerugian yang alami," kata dia. 

Keluarga berhak mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum dengan dasar Pasal 10 ayat (1) PP 17/1965 tentang pelaksanaan dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang. Dalam atran itu dijelaskan, kapal perusahaan, penumpang, diberi jaminan pertanggungan kecelakaan diri selama penumpang itu berada di dalam alat angkutan yang disediakan oleh pengangkutan.

"Jaminan yang dimaksudkan dalam ayat 1 pasal ini adalah berupa pembayaran ganti kerugian pertanggungan dalam hal-hal korban meninggal dunia karena akibat langsung dari kecelakaan yang dimaksudkan," kata dia. 

KM EMJ 7 dengan 20 ABK yang hilang kontak tersebut di bawah kepemilikan PT Sutioso Bersaudara, yang berkantor di Jakarta. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar