#BandarLampung#TerorisLampung#Densus88

Kelompok Teroris di Indonesia Dinilai Mulai Frustrasi

( kata)
Kelompok Teroris di Indonesia Dinilai Mulai Frustrasi
Ilustrasi/Medcom.id

Jakarta (Lampost.co): Kelompok teroris disebut mulai merasa kecewa dan gagal di Indonesia. Kecenderungan itu nampak dari berubahnya pola target mereka: menyerang seluruh pihak yang mendukung pemerintah.

"Kalangan teroris di Indonesia saat ini frustrasi," kata Ketua Presidium IPW Neta S. Pane saat dihubungi, Senin, 21 Oktober 2019.

Menurut Neta, ada tiga hal yang membuat teroris Indonesia frustrasi. Pertama, aksi terorisme sejauh ini selalu gagal. Kedua, Polri mengubrak-abrik kantong terorisme, bahkan menangkap tokoh teroris daerah.

"Ketiga, bantuan dana terorisme dari luar negeri makin sulit karena kantong terorisme internasional juga diubrak-abrik. Akibatnya kalangan terorisme Indonesia menggeser target serangannya," ucap Neta.

Neta menyebut gerakan kelompok teroris Indonesia tidak lagi satu komando. "Lalu mereka menyebutnya sebagai kelompok Takfiri," ujarnya.

Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menangkal paham tersebut. Salah satunya, dengan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang deteksi dini ancaman terorisme.

Neta yakin sikap brutal kelompok radikal ini akan membuat rakyat geram. Kekhawatiran terhadap gangguan kehidupan sosial itu akan membuat masyarakat bergerak dan melawan aksi tersebut.

"Masyarakat yang kesal akan ikut memburu dan menangkap para teroris seperti masyarakat menangkap begal atau menangkap pencuri jemuran," ujar Neta.

medcom.id



Berita Terkait



Komentar