#pupuknonsubsidi#kelompoktani

Kelompok Tani di Kotagajah Mulai Menggunakan Pupuk Nonsubsidi

( kata)
Kelompok Tani di Kotagajah Mulai Menggunakan Pupuk Nonsubsidi
Para petani di Kotagajah, Lmapung Tengah, kini mulai menggunakan pupuk nonsubsidi.Dok.


Gunungsugih (Lampost.co) -- Sejumlah kelompok tani di Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah, mulai gencar mengampanyekan pemupukan berimbang kepada anggotanya. Hal itu dilakukan untuk mencapai ketersediaan hara esensial yang seimbang dan optimal ke dalam tanah.

Dengan demikian, produktivitas tanaman dan mutu hasil pertanian dapat lebih meningkat. Hal ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk subsidi. 

Budi Herianto, ketua Kelompok Tani Rukun Tani Makmur, Kampung Kotagajah Timur, Kecamatan Kotagajah, mengaku tidak lagi hanya mengandalkan pupuk bersubsidi dari pemerintah, namun sebagian menggunakan pupuk nonsubsidi jenis NPK Phonska Plus. Meskipun harus ditebus dengan harga lebih mahal.

Menurut dia, NPK Phonska plus ditebus dengan harga Rp7.600 per kilo di tingkat petani. Meski lebih mahal dibanding Phonska bersubsidi, menurut dia hasil produksi jauh lebih baik sehingga banyak anggotanya mengaku puas karena usahanya sebanding dengan adanya peningkatan produksi tanaman yang maksimal.

“Musim tanam pertama lalu, kami telah uji coba pupuk NPK Phonska Plus pada demplot lahan untuk tanaman padi, hasil produksinya meningkat 10-15 persen dibanding memakai pupuk bersubisidi. Bulir gabah maksimal dan produksi bertambah,” katanya.

Selama ini, untuk mendukung proses produksi tanaman padi, petani lebih banyak menggunakan pupuk bersubsidi. 
Namun, kini NPK Phonska Plus banyak menjadi pilihan anggotanya karena diketahui memiliki unsur hara yang lebih lengkap. Penambahan unsur hara mikro Zink (Zn) yang tertera pada kemasan NPK Phonska Plus yang membedakan dengan pupuk Phonska bersubsidi.

“NPK Phonska Plus menjadi pilihan petani karena memiliki unsur hara lebih lengkap yang sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan buah atau biji serta memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama penyakit,” katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar