#mudiklebaran#arusmudik#posmudik#lebaran2019#lakalantas

Kelelahan dan Pecah Ban Jadi Penyebab Pemudik Mengalami Lakalantas

( kata)
Kelelahan dan Pecah Ban Jadi Penyebab Pemudik Mengalami Lakalantas
Foto: Lampost.co/Perdhana Wibisono

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Para pemudik yang melintas provinsi Lampung dan mengalami kecelakaan, ternyata didominasi oleh faktor kelelahan, dan juga kondisi kendaraan yang tak maksimal.

Berdasarkan data yang didapat Lampost.co mulai 29 Mei hingga 8 Juni 2019 (11 hari operasi ketupat Krakatau), total ada 49 kejadian lakalantas dengan rincian 19 meninggal dunia, 34 luka berat, dan 50 luka ringan. Dari total korban 17 merupakan pemudik, dan 77 non-pemudik, sisanya tidak diketahui.

Lakalantas tertinggi ada di Jalinteng yakni 21 kejadian, di jalur tol 6 kejadian, jalinbar 5, jalintim 1, dan lain-lain 11. "Faktor nya lelah dan kendaraan misalnya, ban pecah, padaha sudah kita himbau Istrirahat, ada pospam pos Yan, ada rest area di jalur tol," ujar Dirlantas Polda Lampung Kombespol Kemas Ahmad Yamin, Minggu (9/6/2019) malam.

Terkait soal kemacetan, di pintu tol karena adanya proses penggunaan e-tol dan juga terbatasnya pintu tol, sedangkan jumlah kendaraan sangat banyak. Untuk kemacetan di pelabuhan Bakauheni, karena sebagian besar pemudik dan masyarakat ingin masuk ke dermaga eksekutif, padahal mereka berada dan melintas di lajur dermaga umum.

"Crossing seperti itu membuat perlambatan, padahal keluar dari tol Bakauheni selatan sudah kita kasih rambu petunjuk bahwa kendaran yang mau ke dermaga eksekutif ambil lajur kiri, mungkin pemudik tak melihat dan kurang konsentrasi, karena mungkin baru pertama kali bagi mereka (lewat tol dan dermaga eksekutif)," katanya.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar