#beritalampung#beritalampungterkini#kelangkaansolar#bbm

Kelangkaan Solar Bebani Sopir Kendaraan Angkutan

( kata)
Kelangkaan Solar Bebani Sopir Kendaraan Angkutan
Antrean kendaraan di salah satu SPBU Bandar Lampung, Kamis, 24 November 2022. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Puluhan truk terlihat mengantre saat hendak mengisi solar di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Bandar Lampung. Sopir bahkan harus keluarkan uang jajan tambahan karena antrean dapat terjadi hingga belasan jam.

Salah satu sopir truk, Rahmadi mengatakan telah menunggu hampir delapan jam untuk mendapatkan solar. Hal itu diakuinya cukup membuat pusing tujuh keliling.

"Setiap minggu kalau mau berangkat antar barang pasti isi BBM dan pasti juga ngantre. Waktu itu pernah antre sampai 2 hari sampai uang jajan habis, sisa buat beli obat tolak angin saja supaya nggak puyeng," kata dia, Kamis, 24 November 2022.

Baca juga: Kenaikan Harga Beras Dapat Memicu Inflasi 

Rahmadi mengatakan antrean kendaraan di jalur pengisian solar di SPBU 24.351.30 Jalan Soekarno-Hatta bertambah setiap harinya, namun stok yang dikeluarkan tetap. Hal itu yang diduga menjadi penyebab solar langka.

"Jatah solarnya itu mungkin enggak sesuai dengan jumlah konsumsi masyarakatnya, jadi setiap hari antrean panjang pasti ada. Tentunya sangat merugikan bagi kami, sopir kendaraan angkutan barang maupun para pengguna BBM," katanya.

Selain itu, sulitnya kendaraan angkutan mendapatkan solar dikhawatirkan dapat menyebabkan keterlambatan distribusi logistik menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Jangan sampai terjadi kelangkaan, distribusi lambat, kelangkaan bahan pokok, dan harga-harga pada naik. Imbasnya ke kami juga, sudah dapat tambahan beban uang makan saat antre, tambah lagi kebutuhan mahal," ujarnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Afnan, seorang sopir bus lintas provinsi. Lamanya mendapatkan giliran isi solar di SPBU kerap membuat jadwal keberangkatan penumpang terlambat.

"Ini sudah 3 jam antre, nanti sore harus ke pul bus untuk antar penumpang ke Jawa. Tapi kalau jam segini belum dapat, kemungkinan penumpangnya protes karena menunggu terlalu lama," katanya.

Dia mengatakan kelangkaan solar yang terjadi di Lampung sungguh disayangkan. Sebab, saat ini mobilitas masyarakat sudah meningkat seiring mulai bangkitnya perekonomian.

"Masyarakat sudah banyak yang jalan-jalan, penumpang bus meningkat jelang liburan, tapi terhambat karena kelangkaan solar. Tidak sejalan jadinya ya," ujarnya.

Para sopir meminta agar pemerintah segera mengatasi persoalan tersebut karena kelangkaan solar yang berlangsung lama tentunya akan berdampak pada penghasilannya. "Pemerintah bantu kami, jangan membebani masyarakat kecil sampai menderita begini. Sudah susah makin disusahi, kami cari uang untuk makan sehari-hari, bukan untuk jalan-jalan ke luar negeri," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar