#muhammadiyah

Kekuatan Jaringan Ekonomi Muhammadiyah Jadi Daya Tawar

( kata)
Kekuatan Jaringan Ekonomi Muhammadiyah Jadi Daya Tawar
Diskusi bertajuk “Bangkitnya Usaha dan Jaringan Bisnis Muhammadiyah" secara virtual, Senin, 26 April 2021. Suara Muhammadiyah


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Persyarikatan Muhammadiyah dikenal memiliki jaringan yang kuat dan luas di bidang pendidikan dan aksi sosial. Bukan cuma itu, jamiyah yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini juga memiliki jaringan usaha dan bisnis yang terus berkembang.

Pengamat ekonomi sekaligus tokoh Jaringan Intelektual Berkemajuan (JIB) Dani Setiawan menyebut bisnis dan unit usaha Muhammadiyah selalu menghadirkan kebaruan. Muhammadiyah terus melakukan kegiatan bisnis yang memfasilitasi entrepreneur-enterpreneur baru.

“Saya kira di sisi yang lain ada kebutuhan untuk melihat peluang baru bagaimana Muhammadiyah juga tidak hanya mendorong satu dakwah yang sifatnya selalu dan sudah menjadi expertise, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Tetapi juga dakwah di bidang ekonomi,” jelas dia saat membuka diskusi bertajuk “Bangkitnya Usaha dan Jaringan Bisnis Muhammadiyah" secara virtual, Senin, 26 April 2021. 

Baca:  Universitas Muhammadiyah Metro Jelaskan Literasi Keuangan kepada Korean Wave

 

Turut hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Bambang Setiaji (Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah), Bambang Wijanarko (Jaringan Saudagar Muhammadiyah), Hendri Saparini, SE., Ph.D (Ekonom), Muchlas Rowi (Pengusaha). Serta Deni Asy’ari (Direktur Utama PT. Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah).

Direktur Suara Muhammadiyah, Deni Asy’ari mengatakan bahwa potensi bisnis di Muhammadiyah sangat besar. Hal itulah yang mengilhami Deni bersama teman-teman untuk mengubah arah gerak Suara Muhammadiyah yang dulunya murni sebagai penerbitan dan pusat syi’ar menjadi pusat bisnis.

Suara Muhammadiyah sebenarnya bukan baru kali ini melakukan gerakan ekonomi jejaring. Tetapi sejak 2014 sampai 2015, kami mendirikan outlet yang namanya SM Corner atau Suara Muhammadiyah Corner yang hari ini sudah ada 80 gerai di seluruh Indonesia dan aktif berjalan semuanya,” paparnya.

Muchlas Rowi, mewakili pengusaha menyebut, strategi pengembangan jaringan usaha Muhammadiyah meliputi kemandirian, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, kolaborasi dengan organisasi filantropi, kolaborasi dengan instansi pemerintah, dan kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain itu, juga tentang potensi luar biasa yang belum digarap di Muhammadiyah, yakni potensi alumni. 

"Muhammadiyah juga dapat memanfaatkan potensi para alumninya yang punya berbagai akses untuk ikut serta dalam membesarkan Muhammadiyah sebagaimana halnya yang dilakukan oleh alumni-alumni di perguruan-perguruan tinggi dalam dan di luar negeri," kata Rowi.

Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah yang juga tergabung dalam Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM), Bambang Wijanarko, sepakat bahwa dalam kondisi saat ini bisnis yang dapat berjalan dengan baik adalah yang dikelola oleh jemaah. Seperti close loop economy yang juga telah diterapkan JSM, yaitu pengelolaan bisnis terpadu di satu daerah mulai dari pengelolaan modal, bahan baku, produksi, hingga pemasaran yang dikolela dari, oleh, dan untuk jamaah Persyarikatan.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Prof Bambang Setiaji menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki potensi yang sangat besar untuk berkiprah di ranah ekonomi. Karena umat Islam, termasuk Muhammadiyah terus berkembang di Indonesia.

Selain itu, Prof Bambang juga mengingatkan jutaan alumni sekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang bisa mendorong usahanya sendiri maupun usaha Persyarikatan.

“Optimistis generasi Muslim mendatang akan lebih berperan dalam kewirausahaan, memajukan bangsa dan memberi lapangan kerja bagi sesama,” terangnya.

Terakhir, Ekonom Hendri Saparini mengatakan bahwa Indonesia sebagai rumah besar dapat bermanuver melakukan berbagai aktivitas ekonomi meskipun dalam keadaan pandemi covid-19. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dan juga pelaku usahanya tidak sedikit. 

“Jadi, ini bikin kita optimis dengan Muhammadiyah. Memang ini peluang yang harus kita manfaatkan,” tegasnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar