#kekerasananak#beritalampung

Kekerasan terhadap Anak di Lampung Meningkat 30 Persen

( kata)
Kekerasan terhadap Anak di Lampung Meningkat 30 Persen
Kepala LPA Lampung Arieyanto Wertha usai melantik pengurus LPA Bandar Lampung. Lampost.co/Umar Robbani

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kasus kekerasan terhadap anak di Lampung meningkat 30 persen selama 2019. Hal itu disampaikan oleh Ketua Lembaha Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Lampung Arieyanto Wertha, Jumat, 27 Desember 2019.

Arieyanto menyampaikan terdapat 183 kasus kekerasan terhadap anak sepanjang 2019. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 121 kasus.

"Dari jumlah itu kenaikan kasus mencapai 30 persen dari tahun 2018," ujarnya usai pengurus melantik LPA Bandar Lampung, di Swiss-Belhotel, Jumat siang, 27 Desember 2019.

Ia menyebut dari jumlah kasus selama 2019 sebagian besar merupakan kasus kekerasan seksual. "Dari keseluruhan kasus, 52 persennya adalah kekerasan seksual," tuturnya.

Arieyanto juga menjelaskan, salah satu penyebab meningkatnya angka kekerasan terhadap anak adalah ketidaktahuan tentang kategori kekerasan terhadap anak. Kekerasan terhadap anak tidak hanya sebatas fisik dan seksual saja.

"Perkembangan teknologi dan informasi membuat akses kekerasan mudah terjadi. Konten internet pada handphone dan media sosial juga memicu ini. Banyak kasus terjadi pada anak remaja via medsos," terangnya.

Kemudahan anak dalam mengakses internet membuat mereka mudah mengakses konten pornografi. Menurutnya, hal itu juga termasuk dalam kelompok kekerasan seksual.

"Jadi kita hanya terjebak dengan pelecehan seksual sebagai bentuk dari kekerasan seksual," ucapnya.

Kemudian, ia juga menambahkan, ada juga kekerasan emosional dan verbal. Menurutnya hal itu sulit untuk dideteksi secara langsung. Sebab, kejadian itu biasanya terjadi saat anak interaksi dengan teman sebaya.

"Contohnya menghardik, mengejek, memanggil dengan nama yang tidak disukai dan lain sebagainya. Anak akan jarang mengadu sebab takut dan tidak ingin kehilangan teman bermainnya," pungkasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar