#KORUPSI#BERITALAMPUNG

Kejati Sita Rumah dan Gudang dari Tersangka Benih Jagung

( kata)
Kejati Sita Rumah dan Gudang dari Tersangka Benih Jagung
Pihak Kejati Lampung menyita rumah tersangka benih jagung -- Dok Kejati Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menyita satu unit rumah di daerah Bataranila dan satu unit gudang di daerah Sukabumi, Bandar Lampung, pada Kamis, 6 Mei 2021 dari tersangka korupsi pengadaan benih jagung. Penyitaan tersebut tindak lanjut dari upaya penyidik untuk mengejar pemulihan/pengembalian kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dan penyitaan didasari atas penetapan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang Kelas I A Bandar Lampung Nomor: 8/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.TJK. dan Nomor: 9/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.TJK. 

"Dilakukan penyitaan terhadap aset dari salah satu tersangka berinisial IMA (rekanan), penyitaan untuk pengembalian kerugian negara, nantinya ujar Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan," katanya di ruang kerja, Kamis, 6 Mei 2021.

Hingga kini, Kejati Lampung masih menunggu audit dari BPK RI yang tak kunjung keluar untuk mengetahui secara spesifik kerugian negara. 

"Audit ini audit permintaan khusus dari kami, bukan audit reguler per semester misalnya," ujarnya.

Andre melanjutkan Kejati Lampung telah menyampaikan wacana pencekalan para tersangka agar tidak melarikan diri ke luar negeri. Namun, proses tersebut masih berlangsung. Saat ini, korps adhiyaksa juga belum memanggil dan memeriksa ketiganya sebagai tersangka.

"Diajukan ke kejaksaan agung, nanti baru di proses di instansi terkait (Kemenkumham), tinggal prosesnya aja," katanya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Pidsus Kejati Lampung juga telah mengkroscek ke beberapa kabupaten di Provinsi Lampung. Tujuannya guna mengkonfrontir ke para petani penerima bantuan benih jagung, apakah sesuai atau tidak antara spesifikasi dan kebutuhan

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka korupsi benih jagung, Pengadaan Bantuan Benih Jagung pada Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dialokasikan untuk Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Heffinur, mengatakan, dari tiga tersangka dua merupakan ASN Pemprov Lampung, dan satu rekanan.

"Saksi yang diperiksa sudah sebanyak 25 (dua puluh lima) saksi dan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik adalah alat bukti saksi, ahli, surat dan petunjuk.
Dalam perkara ini Kejaksaan Tinggi Lampung menetapkan sebagai tersangka yaitu, EY, HRR (ASN)  dan IMA  (rekanan)," ujarnya di Kantor Kejati Lampung, Kamis 25 Maret 2021.


 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar