uangnegara

Kejati Selamatkan Uang Negara Rp21 Miliar

( kata)
Kejati Selamatkan Uang Negara Rp21 Miliar
Kasi Penkum Kejati Lampung, Andrie W Setiawan. (Dok. Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung mengklaim sepanjang satu tahun terakhir telah menyelamatkan uang negara Rp21 miliar dari berbagai perkara termasuk sita eksekusi kasus korupsi. 

Kasi Penerangan Hukum Kejati Lampung Andrie W Setawan mengatakan, uang negara yang diselamatkan dari sita eksekusi berjumlah Rp17 miliar kemudian sisanya dari penyitaan mulai dari tahap penyidikan dan penuturan. 

Hingga penghujung tahun 2020, kata mantan Kasi Intel Kejati Lampung ini, bagian pidana khusus (Pidsus) telah melakukan berbagai  penanganan kasus dan perkara diantaranya 11 kegiatan penyelidikan kasus dan 6 penyidikan khusus, 12 penuntutan, dan 6 penyidikan umum. 

"Untuk penuntutan pidana khusus dari kejaksaan ada 12 perkara, dari Polri 8 penyidikan, kemudian dari penyelidikan pajak ada 2 dan cukai ada 4," katanya. 

Untuk penyelamatan kerugian negara dari berbagai Kejaksaan Negeri totalnya mencapai Rp17 miliar untuk uang pengganti kerugian. 

Andrie tidak menampik bahwa Kejati Lampung masih memiliki pekerjaan rumah seperti masih adanya Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus korupsi yang belum tertangkap. Menurut Andrie masih ada tujuh DPO kasus korupsi termasuk Satono buronan paling dicari hingga kini. 

Selain Satono lanjut Andrie, ada nama Abdul Mukti kasus korupsi di Dinas Pendidikan Metro, kemudian Toni Hariyanto dugaan korupsi rehabilitasi sarana dan prasarana pasar pagelaran, Husri Aminudin dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Lampung Tengah, Awaludin dugaan korupsi di Panwaslu Lampung Tengah, Endang Prastiwi dugaan korupsi bank dan M Roil buronan Kejari Talang Padang. 

"Untuk buronan ada sekitar tujuh orang, yang paling pertama Satono, Abdul Mukti, Toni Hariyanto, Husri Aminudin, Awaludin, Endang Prastiwi dan M Roil dari Kejari Talang Padang," katanya. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar