dinaspertanianpejabat

Kejati Periksa Dua Pejabat Dinas Pertanian Lampung

( kata)
Kejati Periksa Dua Pejabat Dinas Pertanian Lampung
Andrie W Setawan, Kasi Penerangan Hukum Kejati. Lampost.co/Febi H


 Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dua pejabat Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung diperiksa Kejaksaan Tinggi Lampung (Kejati) terkait dugaan korupsi benih jagung, hal ini di benarkan Andrie W Setawan, Kasi Penerangan Hukum Kejati setempat, Rabu 11 November 2020.

Dua orang itu,  kata Mantan Kasi Intel Kejari Bandar Lampung tersebut diperiksa terkait dugaan korupsi benih jagung, " untuk hari ini benar ada dua orang yang diperiksa bagian pidana khusus Kejati," kata Andrie.

Untuk nilai menurut keterangan dari bagian penyidikan Kejati Lampung nilainya sekitar Rp140 Miliar. Selain dua orang itu ada beberapa kontraktor pemenang juga akan dilakukan pemeriksaan. 

" Untuk kontraktor pemenang juga ada beberapa yang akan diperiksa tetapi belum bisa disebutkan satu persatu," kata Andrie.

Diketahui dua pejabat yang diperiksa itu atas nama Rully Mahawijaya dan Darma Gunawan.

Dikonfirmasi terpisah Kasi Penyidikan Kejati Lampung Roland Ritonga mengatakan, pemeriksaan dipastikan akan terus berlanjut mengenai perkara benih jagung ini, namun untuk materi perkara belum dapat dipublikasikan. "Pasti akan ada terus pemeriksaannya tetapi untuk materi perkara kami belum bisa menyampaikan ya," kata dia melalui pesan singkatnya ke Lampost.co.

Ditanya kapan pastinya penetapan tersangka dalam persoalan ini, Rolan belum dapat berkomentar lebih jauh, yang pasti kata dia akan disampaikan ke publik jika sudah waktunya.

" Nanti kalau tiba waktuny pasti kami sampaikan ke teman-teman pers. mohon kami diberi waktu untuk bekerja dulu ya," kata dia.q

Pada saat bersama dengan pemeriksaan itu, Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi Wilayah Lampung melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kejati Lampung mereka meminta perkara benih jagung yang tengah disoroti Kejaksaan Agung Republik Indonesia ini dilakukan penetapan tersangka mengingat persoalan benih jagung ini telah dilaporkan pihaknya sebanyak enam kali.

"  Hari ini kami buat laporan lagi untuk dugaan korupsi yang sama (benih jagung) tetapi ditahun 2018 bukan di tahun 2017," kata Direktur Pergerakan Masyarakat Anti Korupsi Suwadi Romli di Kejati Lampung.

" Hari ini kami melakukan aksi di dua tempat pertama di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung dan Kejati, terkait dengan pemeriksaan tiga oknum pejabat persoalan anggaran bibit jagung agar dipercepat proses penganan dan penetapan tersangkanya," kata Romli.

Persoalan ini kata Romli sudah sejak lama namun baru saat ini mencuat kepublik lantaran ditangani langsung oleh Kejagung. " Rata-rata bibit jagung itu kadaluarsa sedangkan anggaran yang dikucurkan dari APBN dari kementrian pertanian untuk bibit unggul yang akan digunakan mendongkrak  hasil pertanian di provinsi ini," katanya.

Namun fakta di lapangan yang ditemukan bibit tersebut tidak memenuhi harapan petani, apa yang ditanam selama ini nyatanya banyak yang tidak tumbuh. " Semua kita ketahui bahwa perkara ini adalah atensi dari Kejagung diharapkan Kejati betul-betul serius menangani persoalan ini," kata dia.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar