#KORUPSI#BERITALAMPUNG

Kejati Masih Tunggu Hasil Kerugian Negara Dugaan Korupsi PT Lampung Jasa Utama

( kata)
Kejati Masih Tunggu Hasil Kerugian Negara Dugaan Korupsi PT Lampung Jasa Utama
Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan saat diwawancarai wartawan, Rabu, 15 September 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara perkara dugaan tindak pidana korupsi(tipikor), dalam pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Lampung Jasa Utama tahun anggaran 2016, 2017, dan 2018.

Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengatakan, pihaknya sudah menetapkan dua tersangka dalam perkara ini. Namun, ihwal kerugian negara pihaknya masih menunggu penghitungan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI.

"Ya intinya kami masih menunggu (hasil)-nya," kata Andrie di ruang kerja, Selasa, 14 September 2021.

Disinggung apakah pihaknya akan memakai lembaga lain untuk melakukan penghitungan, Andrie pun belum mengarah ke sana.

"Kalau memakai lembaga lain itu belum bisa kami jelaskan opsinya seperti apa. Yang pasti kami masih menunggu dari BPK RI ini,” ujar dia.

Baca juga:

Diketahui, dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi (tipikor), dalam pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Lampung Jasa Utama, tahun anggaran 2016, 2017 dan 2018, telah diajukan oleh Kejati Lampung untuk dicegah ke luar negeri.

Andrie menjelaskan, penyidik sudah melakukan monitor terhadap para tersangka.

“Terus kami juga sudah dapat info dari tim penyidik pidsus Kejati Lampung, bahwa keduanya yaitu AJU selaku Direktur Utama PT LJU dan AJY selaku pihak yang bekerjasama dengan PT LJU, sudah dilakukan pengajuan pencegahan,” katanya beberapa waktu lalu.

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar