#korupsi#bumd

Kejati Lampung Rela Atas Vonis Koruptor PT LJU

( kata)
Kejati Lampung Rela Atas Vonis Koruptor PT LJU
Majlis hakim membacakan vonis perkara korupsi BUMD Lampung pada PT Lampung Jasa Utama (LJU). Lampost.co/ Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung tidak mengajukan upaya hukum baik banding ataupun kasasi atas vonis dua terdakwa korupsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Lampung, PT Lampung Jasa Utama (LJU), yakni Direktur Utama Andi Jauhari Yusuf, dan pihak swasta/rekanan  selaku Direktur PT Raja Kuasa Nusantara, Alex.


Andi divonis enam tahun dan enam bulan penjara serta denda Rp300 juta subsider empat bulan penjara. Sedangkan, Alex divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider empat bulan penjara.

Andi juga dijatuhi pidana membayar uang pengganti Rp1.125.000.000 dan paling lama dibayar dalam waktu satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka dipidana dengan pidana penjara selama tiga tahun.

Sementara, Alex divonis membayar uang pengganti Rp2.033.671.737 dengan waktu maksimal pembayaran dalam waktu satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap dengan ketentuan lanjutan seperti halnya vonis terpidana Andi.

Baca: Kejati Diminta Sita Aset Buronan Terpidana Korupsi BUMD

"Para pihak tidak ada upaya hukum," ujar Kasipenkum Kejati Lampung, I Made Agus Putra, Selasa, 10 Mei 2022. 

Saat ini, Kejati Lampung sedang fokus mencari keberadaan kedua terpidana tersebut. Sebelummya, asisten Intelejen (Asintel) Kejati Lampung Edy Winarko mengatakan, pengejaran dan pencarian sudah dilakukan baik di Lampung, maupun di luar Lampung. Andi Jahuari merupakan warga Bogor, Jawa Barat sedangkan Alex Jayadi beralamatkan di Lampung Selatan.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar