#KORUPSI#BERITALAMPUNG

Tersangka Benih Jagung Lampung dalam Proses Cekal

( kata)
Tersangka Benih Jagung Lampung dalam Proses Cekal
Aset yang disita Kejati Lampung dari salah satu tersangka/Dok Kejati Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menyatakan para tersangka korupsi pengadaan benih jagung Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dialokasikan untuk Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017 dalam proses pencegahan berdasarkan UU No.6 Tahun 2011 tentang keimigrasian.

Kasipenkum Kejati Lampung, Andrie E Setiawan, mengatakan, proses pengajuan pencegahannya sudah diajukan oleh penyidik pidsus kejati lalu ke bidang Intelijen. Langkah selanjutnya pengajuan tersebut diverifikasi, kemudian diteruskan ke Kejagung, untuk diproses dan diverifikasi kembali kelengkapannya. Jika telah lengkap, maka diterbitkan  Surat Keputusan Jaksa Agung tentang pencekalan yang selanjutnya dikirim ke Kemenkumham RI.

"Prosesnya kami kirim ke kejagung," ujarnya melalui telepon, Minggu, 9 Mei 2021. 

Menurutnya, proses tersebut berdasarkan UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dalam Pasal 91 ayat 2 huruf b disebutkan Menteri melaksanakan pencegahan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan dan Jaksa Agung sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Artinya proses cegah masih berproses sudah sampai mananya belum bisa kami sampaikan secara detail dan terbuka (informasi yang dikecualikan terbuka untuk publik/UU KIP) akan terbuka jika sudah terbit surat keputusan Jaksa Agung," katanya.

Baca: Rumah Tersangka Benih Jagung Disita

Diberitakan sebelumnya, Kejati Lampung menyita satu unit rumah di daerah Bataranila dan satu unit gudang di daerah Sukabumi, Bandar Lampung, pada 6 Mei 2021, dari tersangka korupsi pengadaan benih jagung. Penyitaan tersebut tindak lanjut dari upaya penyidik untuk mengejar pemulihan/pengembalian kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dan penyitaan didasari atas penetapan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang Kelas I A Bandar Lampung Nomor: 8/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.TJK. dan Nomor: 9/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.TJK. 

"Dilakukan penyitaan terhadap aset dari salah satu tersangka berinisial IMA (rekanan), penyitaan untuk pengembalian kerugian negara nantinya," ujar Andrie W Setiawan, Rabu, 6 Mei 2021.

Baca: Dua ASN Lampung Tersangka Kasus Benih Jagung

Hingga saat ini, Kejati Lampung masih menunggu audit dari BPK RI yang tak kunjung keluar, untuk mengetahui secara spesifik kerugian negara. Kejati Lampung juga telah menyampaikan wacana pencegahan para tersangka agar tidak melarikan diri ke luar negeri, namun proses tersebut masih berlangsung. Hingga kini kejati belum memanggil dan memeriksa ketiganya sebagai tersangka.

Penyidik Pidsus Kejati Lampung juga telah mengkroscek ke beberapa kabupaten di Provinsi Lampung. Tujuannya guna mengkonfrontir ke para petani penerima bantuan benih jagung, apakah sesuai atau tidak antara spesifikasi dan kebutuhan. Kejati Lampung akhirnya menetapkan tiga tersangka korupsi benih jagung, Pengadaan Bantuan Benih Jagung pada Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang dialokasikan untuk Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017. Kajati Lampung Heffinur mengatakan dari tiga tersangka dua merupakan ASN Pemprov Lampung dan satu rekanan.

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar