benihjagungkorupsi

Kejati Kebut Perkara Korupsi Benih Jagung Bermasalah

( kata)
Kejati Kebut Perkara Korupsi Benih Jagung Bermasalah
Ilustrasi. (Google Images)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung sejauh ini masih mengumpulkan barang bukti perkara dugaan korupsi benih jagung bermasalah hasil temuan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

"Belum kalau untuk penetapan tersangka di awal Januari 2021. Sekarang masih pengumpulan barang bukti," kata Kasi Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejati Lampung, Roland Ritonga, Minggu, 27 Desember 2020.

Roland mengatakan, kasus tersebut tetap berjalan bahkan selain pengumpulan bukti, tim saat ini tengah berkoordinasi dengan ahli. "Masih koordinasi dengan ahli sekarang," kata dia.

Terkait kerugian negara sudah keluar dari penghitungan Badan Pemeriksaan Keuangan untuk kasus tersebut, menurut Roland sejauh ini belum keluar kerugian negara dari penghitungan yang dilakukan.

Roland menjelaskan, saksi yang sudah diperiksa mengenai perkara itu mencapai lebih dari 15 orang. "Saksi sampai saat ini sekitar 10-15 saksi," kata Roland. "Penetapan tersangka nanti kalau sudah waktunya kita beritahu yang lengkapnya," kata dia.

Diketahui kegiatan bermasalah itu tertuang pada DPA Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Lampung yang bersumber dari APBN TA 2017. Adapun nama paket pekerjaannya seperti fasilitasi bantuan budidaya jagung hibrida nasional/pengganti benih Balitbang (tahap III) dengan pagu anggaran Rp173,589,840,000 dan nilai HPS Rp10,503,000,000 dengan lokasinya di empat kabupaten yakni Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Utara, dan Lampung Tengah. 

 

Ricky Marly







Berita Terkait



Komentar