#beritalampung#beritabandarlampung#korupsi#hukum

Kejati Kantongi Nama Tersangka Korupsi Retribusi Sampah DLH Bandar Lampung

( kata)
Kejati Kantongi Nama Tersangka Korupsi Retribusi Sampah DLH Bandar Lampung
Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Nanang Sigit Yulianto. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co): Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Nanang Sigit Yulianto mengaku sudah mengantongi nama tersangka kasus dugaan korupsi retribusi sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung.

Menurutnya pihaknya sudah mengantongi lebih dari dua nama sebagai tersangka kasus tersebut. Meski begitu, Ia masih enggan mengungkap nama-nama tersangka dalam kasus itu. Hal tersebut karena saat ini proses pemeriksaan masih berjalan.

Pihaknya juga saat ini masih melakukan perhitungan kerugian yang disebabkan korupsi tersebut. Setelah proses pemeriksaan dan perhitungan selesai baru akan ada penetapan tersangka.

"DLH Bandar Lampung kasusnya lagi kami ajukan perhitungan kerugian negaranya. Mudah-mudahan tidak lama lagi kita penetapan tersangka," ujarnya, Senin, 5 Desember 2022.

Baca juga: Warga Way Kanan Ditembak Usai Kawal Penanaman Singkong di Hutan Register

Dia menerangkan proses perhitungan kerugian negara dilakukan secara independen. Hasil perhitungan diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

"Berapa hari lagi. Mudah-mudahan tidak lama lagi kita penetapan tersangka," kata dia.

Diketahui, penyelidikan kasus korupsi retribusi sampah DLH Bandar Lampung telah dilakukan sejak Juni 2022 lalu. Kemudian kasus tersebut naik tahap penyidikan pada September 2022. Kejati Lampung telah memeriksa sekitar 80 orang saksi dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik pada bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung resmi menaikkan status penanganan dugaan tindak pidana korupsi dalam pemungutan retribusi sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung tahun anggaran 2019, 2020, dan 2021, ke tahap penyidikan pada Agustus 2022.

Dimana dana yang didapat dari penarikan tagihan bulanan tersebut, diduga tak disetorkan ke kas Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung dan digunakan untuk kepentingan pribadi. Selama ini, penyidik mendapati terdapat selisih antara karcis yang dicetak dan yang tak disetorkan sebesar total Rp34.676.942.600.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar