#Buronan#Kejati#Lampung#Satono#Alay

Kejati Harus Terbuka Soal Pencarian Buronan

( kata)
Kejati Harus Terbuka Soal Pencarian Buronan
Pengamat Hukum Unila Wahyu Sasongko (Dok.Lampost)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengamat Hukum Universitas Lampung Wahyu Sasongko menilai kinerja kejaksaan dalam hal pemburuan buronan belum transparan kepada publik. Sehingga publik menilai perburuan dua buronan kelas kakap mantan bupati Lampung Timur Satono dan Bos Bank Tri Panca Alay tidak dilakukan dengan serius. "Mau komen seperti apa lagi, karena menurut saya persoalan itu sudah terlalu lama tapi sampai sekarang belum ada kejelasan, bicara soal peralatan tentu mereka ada," kata Wahyu, Jumat (21/9/2018).

Wahyu menyebut persoalan kapan ditangkap dan seperti apa proses pengkapan dilakukan tim jaksa hanya waktu yang menjawab, Jika berbicara peralatan canggih tentunya kejaksaan memilik hal itu yang dipakai intelejennya untuk melakukan pencarian. Semestinya kata Wahyu Kejaksaan menjelaskan kepublik, langkah yang pernah dan tengah dilakukan dalam melakukan pengejaran terhadap buronan, sehingga publik paham jaksa betul-betul bekerja. "Bekerja keras seperti apa? kan belum ada hasil sampai sekarang dua orang itu masih buron, semestinya dijelaskan secara rinci langkah yang dilakukan selama ini, tujuannya supaya masyarakat paham dan mereka betul melakukan pencarian," katanya.

Disinggung mengenai apakah perlu ada baleho besar untuk menampilakan wajah dua buronan tersebut, sehingga masyarakat dapat memberi informasi jika melihat DPO, Wahyu menyebut hal itu lebih bagus dan tidak ada yang salah memasang wajah buronan karena mereka sudah ditetapkan sebagai DPO.

" Ya bagus itu, nggak ada yang salah kalau memasang baleho menampilkan wajah buronan, kan mereka itu sudah DPO jadi wajar supaya publik tahu bahwa mereka ini buronan," katanya.

 

 

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar