#mafiatanah#sengketatanah

Kasus Mafia Tanah Seluas 669 Hektare di Tanggamus Diselidiki

( kata)
Kasus Mafia Tanah Seluas 669 Hektare di Tanggamus Diselidiki
Kantor Kejari Tanggamus. Lampost.co/Rusdy


Tanggamus (Lampost.co) -- Kejari Tanggamus mengusut dugaan praktik mafia tanah di lahan bekas HGU PT Ika Nusa Fishtama (INF) seluas 669,48 hektare.

Kajari Tanggamus, Yunardi, mengatakan penyelidikan itu sebagai operasi intelijen. Untuk itu, pihaknya akan memanggil sejumlah pihak untuk mendalami dugaan praktik ilegal itu.

Permintaan keterangan itu akan dilakukan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), bagian Aset dan Bagian Hukum Pemkab Tanggamus.

"ada juga pihak-pihak terkait di Jakarta, tetapi akan melalui Kejati Lampung, seperti Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta V, serta BPN pusat," ujar Yunardi, di kantornya, Selasa, 14 Juni 2022.

Menurut dia, penyelidikan itu demi menjaga aset negara agar tidak dikuasai mafia tanah. Sebab, setelah BPN menghapuskan hak atas tanah pada tiga objek tanah PT INF pada 18 Januari 2012, seharusnya hubungan hukum dan tanah itu diputuskan dan dikuasai langsung negara.

Namun, pada 2014 muncul surat dari DJKN dan menyerahkan aset lahan HGU PT INF kepada KPKNL Jakarta V sebagai jaminan hutang senilai Rp5,8 miliar.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar