#BarangBukti#Kejaksaan#Tanggamus

Kejari Tanggamus Musnahkan Barang Bukti dari 46 Perkara Incracht

( kata)
Kejari Tanggamus Musnahkan Barang Bukti dari 46 Perkara Incracht
Pemusnahan barang bukti di Kejari Tanggamus, Selasa, 8 Desember 2020/lampost.co/Rusdy Senapal


Kotaagung (Lampost.co): Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus memusnahkan barang bukti dari 46 perkara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (incracht) sepanjng persidangan tahun 2020.  

Jenis barang bukti yang dimusnahkan antara lain, narkotika jenis sabu-sabu seberat 52,0348 gram beserta alat hisap, ganja seberat 56,0796 gram, ekstasi seberat 9,2913 gram, dan senjata tajam sebanyak tiga buah.

Barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender lalu dibuang ke closet. Sedangkan barang bukti alat hisap dan ganja dimusnahkan dengan cara dibakar.

Selain itu, barang bukti jenis senjata tajam dihancurkan dengan cara dipotong-potong menggunakan mesin.

"Pemusnahan barang bukti dari 46 kasus yang telah incracht," kata Ketua pelaksana kegiatan Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Dasmi Yulian di kantor Kejari Tanggamus, Selasa, 8 Desember 2020.

Menurut Dasmi, masih ada beberapa barang bukti lain yang sudah incracht yang amar putusannya dirampas untuk negara. Barang bukti ini akan dilelang dengan sistem E-lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

"Lelang melalui E-Lelang KPKNL antara lain, 1 unit mobil L300 merk  Mitsubishi, 1 unit mobil truk merk Hino, 1 unit truk Mitsubishi, 12 unit motor merk bervariasi, 21 hand phone dengan merk beragam," ungkapnya.

Kepala Kejari Tanggamus David P Duarsa dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut merupakan yang kali kedua dilaksanakan pada tahun 2020. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Jaksa Penuntut Umum berdasarkan KUHAP sebagai pelaksana putusan Pengadilan.

"Ini merupakan kegiatan rutin yang menjadi agenda tahunan khususnya di Kejari Tanggamus dalam rangka penyelesaian perkara ditingkat eksekusi dan pemusnahan barang bukti tahun 2020," kata dia.

Lebih lanjut Kajari Tanggamus menegaskan, dengan adanya jabatan baru di Kejari se-Indonesia, yaitu Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan, menjadi harapan baru dalam penyelesaian eksekusi barang bukti dan barang rampasan agar tidak menjadi tunggakan.

"Untuk itu saya pesankan kepada Jaksa untuk mematuhi SOP terkait barang bukti termasuk keluar-masuk harus seizin Kasi Barang Bukti. Dan saya melarang Jaksa membawa barang bukti yang telah disidangkan dibawa pulang. Barang bukti harus kembali dimasukkan ke petugas," tegasnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar