#bpk#beritametro#korupsi

Kejari Metro Tingkatkan Kasus Proyek Pasar Cendrawasih ke Penyidikan

( kata)
Kejari Metro Tingkatkan Kasus Proyek Pasar Cendrawasih ke Penyidikan
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Metro Riki Tarigan (kiri) bersama Jaksa Agung RI ST Burhanuddin (kanan). Lampost.co/Bambang Pamungkas

Metro (Lampost.co): Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro mengaku telah meningkatkan proses penyelidikan terhadap Pasar Cendrawasih ke tingkat penyidikan.

Kepala Kejari Kota Metro Riki Tarigan mengatakan pihaknya sedang menunggu hasil audit BPK Provinsi Lampung terkait ada tidaknya kerugian negara pada rehab Pasar Cendrawasih yang menggunakan APBD.

"Kita masih minta berapa perhitungan kerugian negaranya ke BPKP. Ya mudah-mudahan dalam waktu dekat ini keluar, lalu bisa kita tingkatkan lagi," kata dia, Rabu, 12 Agustus 2020.

Dia menjelaskan proses penyelidikan dan penyidikan Pasar Cendrawasih sempat terkendala karena adanya pandemi Covid-19. Dimana pihaknya tidak bisa melakukan pemeriksaan. Namun, karena sudah masuk new normal, maka kembali diperbolehkan.

"Makanya sekarang akan kita kejar lagi. Soal kapan selesai, tidak pakai target lah. Kalau memang ada yang salah, ada kerugian negara, ya kita sikat. Kan gitu aja. Mohon dukungannya, supaya bisa cepat selesai," kata dia.

Dia menambahkan dalam satu dua bulan ke depan, jika audit BPKP keluar kerugian negara, pihaknya akan bisa proses perkara tersebut.

"Karena kalau belum keluar, kita tidak berani ke Pengadilan Negeri," tandasnya.

Proyek pembangunan Pasar Cendrawasih dilakukan pada Tahun Anggaran 2018 dengan nilai sekitar Rp3,7 miliar dari APBD. Hasil pembangunannya kurang sesuai menjadi sebab pengerjaan proyek diperiksa Kejari Metro.

Kasi Intel Kejari Kota Metro Guntoro sebelumnya mengungkapkan ada 10 orang yang telah dimintai keterangan terkait proyek Pasar Cendrawasih.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar