#KORUPSI#BERITAMETRO

Kejari Metro Tahan Dua Tersangka Korupsi Pasar Cendrawasih

( kata)
Kejari Metro Tahan Dua Tersangka Korupsi Pasar Cendrawasih
Salah satu tersangka tindak pidana korupsi Pasar Cendrawasih Kota Metro (Foto:Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro menahan dua tersangka tindak pidana korupsi berinisial S dan P pada perkara rehabilitasi Pasar Cendrawasih tahun 2018.

Menurut pantauan awak media, Kejari memanggil dua tersangka tindak pidana korupsi. Sebelumnya diberitakan, penetapan tersangka dilakukan pada 18 Januari 2021. Kemudian, pemeriksaan saksi sebanyak 25 orang dan melakukan penahanan terhadap dua tersangka.
 
"Kami tim penyidik dari kejari kota Metro, hari ini telah melakukan penahanan terhadap tersangka terkait korupsi di Dinas Perdagangan Kota Metro dalam rehabilitasi pasar cendrawasih," ujar Kasi Intel Kejari Kota Metro, Rio Halim usai pemanggilan dan pemeriksaan terhadap dua tersangka, Jumat, 19 Februari 2021. 

Pada kesempatan sama, Kasi Pidsus Kejari Metro, Subhan Gunawan mengatakan, terkait tindak pidana korupsi pasar Cendrawasih Kota Metro, hari ini tim penyidik melakuan pemeriksaan terhadap tersangka berinisial S dan P.

Tersangka berinisial P selaku kuasa pengguna anggaran dan PPK pada kegiatan tersebut, dan tersangka berinisial S selaku pelaksana kegiatan. Pada 2018, P sebagai Sekretaris Dinas Perdagangan, dan saat ini menjabat sebagai Ketua BPBD Kota Metro. Namun, P pada kegiatan itu selaku kuasa pengguna anggaran dan PPK. 

Kedua tersangka ditahan sejak Jumat, 19 Februari 2021 hingga 10 Maret 2021.

"Dari pertimbangan penyidik, secara subjektif dan objektif kami melakukan penahanan terhadap kedua tersangka. Saat ini dibawa ke rumah tahanan (Rutan) Kota Metro. Ditahan selama 20 hari ke depan," kata dia.

Subhan menjelaskan, saat ini kedua tersangka ditahan sementara, sedangkan saksi-saksi dan ahli sudah dilakukan pemeriksaan, tinggal persiapan untuk pemberkasan. 

"Pasal yang kami sangkakan kepada tersangka yaitu pasal 2 dan pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi yang ancaman maksimal 20 tahun penjara," ujarnya. 

Menurut Subhan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

 

Sebelumnya diberitakan, Proyek pembangunan Pasar Cendrawasih dilakukan pada Tahun Anggaran 2018 dengan nilai sekitar Rp3,7 miliar dari APBD. Ada beberapa item pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak. Hasil perhitungan keuangan negara yang dihitung oleh BPKP Lampung sekitar Rp481 juta lebih kerugian yang diterima oleh negara. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar