#korupsi#metro

Kejari Metro Periksa 10 Saksi Dugaan Korupsi DLH 2020

( kata)
Kejari Metro Periksa 10 Saksi Dugaan Korupsi DLH 2020
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Metro, Virginia Hariztavianne saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 9 Maret 2022. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Metro telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang terjadi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota setempat pada 2020. 

Kepala Kejari Metro, Virginia Hariztavianne mengatakan, sejak awal berkas masuk, jaksa penyidik telah melakukan pemeriksaan. Dugaan Tipikor tersebut mengarah pada peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan DLH tahun 2020. 

"Untuk saksi yang dimintai keterangan berasal dari empat orang unsur penyedia (pihak ketiga) dan enam orang dari DLH," kata dia saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 9 Maret 2022. 

Virginia menjelaskan, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengembangkan dan mencari keterangan dalam penyidikan. Mulai dari kesaksian yang didengar dan dilihat sehingga fakta-fakta dapat terkuak. 

"Kami terus melakukan pemeriksaan sambil menghitung berapa kerugian negara yang diakibatkan oleh itu," ujarnya. 

Virginia juga menerangkan untuk potensi tersangka hingga kini belum mengerucut. Pihaknya terus melakukan pendalaman. 

"Pasti suatu penyidikan arahnya kesana dan membutuhkan waktu. Untuk kerugian negara belum bisa kami estimasi. Kami tetap menghitung berapa besar kerugian yang diakibatkan oleh itu," kata Virginia. 

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi di DLH Metro Naik ke Penyidikan

Dia menjelaskan dalam penyidikan membutuhkan waktu dan data yang lengkap. Sehingga saat kejaksaan mengirimkan surat ke BPKP Lampung sudah lengkap dan tidak lama lagi. 

"Kalau berkas belum lengkap nanti ditanya lagi. Misal, tersangka sudah ditahan sementara penghitungan masih berjalan. Kok belum dilimpahkan juga. Maka, kami juga harus melengkapi terlebih dahulu," lanjutnya. 

Virginia menambahkan dalam melakukan proses penyidikan, tentu ada kesulitan, terutama dalam memanggil para saksi. Masa pandemi covid-19 ini tentu harus mengikuti protokol kesehatan dengan menerapkan 6M. 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar