#kemenkes#covid-19#metro

Sidak Kejari Benarkan Stok Obat covid di Metro Kosong

( kata)
Sidak Kejari Benarkan Stok Obat covid di Metro Kosong
Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro, Rio Halim saat menelusuri salah satu apotek di Kota Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro mengecek ketersediaan obat dan vitamin pasien covid-19 yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. 

Obat yang direkomendasi Kemenkes tersebut adalah Favipiravir 200 mg (tablet), Remdesivir 100 mg (injeksi), Oseltamivir 75 mg (kapsul), Intravenous Immunoglobulin 5% 50 ml (infus), Intravenous Immunoglobulin 10% 25 ml (infus), Intravenous Immunoglobulin 10% 50 ml (infus), Ivermectin 12 mg (tablet), Tocilizumab 400 mg/20 ml (infus), Tocilizumab 80 mg/4 ml (infus), Azithromycin 500 mg (tablet), dan Azitthromycin 500 mg (infus).

Kasi Intelejen Kejari Kota Metro, Rio Irawan P Halim mengatakan, pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) atas kelangkaan obat dan vitamin covid-19 ke sejumlah apotek.

"Ini intruksi dari Jaksa Agung untuk memberikan dukungan penuh kebijakan pemerintah dalam penanggulangan covid-19," kata dia, Kamis, 29 Juli 2021. 

Baca: Obat Covid-19 Rekomendasi Kemenkes di Metro Langka

 

Dia menjelaskan, sidak dilakukan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro.

"Hari ini baru lima apotek kita cek dan akan kita lakukan pengecekan berkesinambungan ke seluruh apotek di Kota Metro," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya belum menemukan apotek di Kota Metro yang memiliki stok obat maupun vitamin yang disarankan Kemenkes tersebut. 

"Alasan pihak apotek rata-rata tidak pernah menerima lagi obat-obatan tersebut dari salesnya," katanya.

Sementara itu, Asisten II Pemerintahan Kota Metro, Yeri Ehwan menyebutkan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap 62 apotek dan dua distributor di Kota Metro guna memastikan ketersediaan obat yang direkomendasikan Kemenkes. 

"Kita sudah cek 11 item obat dan vitamin memang kosong di pasaran. Jika pun ada hanya di beberapa apotek saja, dan tidak semua obat ada di apotek itu. Bagi apotek yang saat ini masih tersedia obat dan vitamin bagi pasien terpapar covid-19 cara pengambilannya pun harus menggunakan resep dokter, karena memang penggunaan obat ini tidak sembarangan," kata dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar