korupsikejari

Kejari Lampura Tahan Dua Tersangka Korupsi Sumur Bor

( kata)
Kejari Lampura Tahan Dua Tersangka Korupsi Sumur Bor
Salah satu pejabat PPTK Dinas Pertanian dan Peternakan Kotabumi, Lampung Utara, ditahan pihak kejaksaan kasus dugaan korupsi dana sumur bor, Kamis, 10 Desember 2020, pukul 18.00, Hari S


KOTABUMI (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri Lampung Utara menetapkan tersangka, dan melakukan penahanan terhadap dua oknum pejabat Dinas Pertanian dan Peternakan setempat, terkait kasus dugaan korupsi pembangunan irigasi tanah dalam (sumur bor) dana DAK anggaran APBN 2015, Kamis, 10 Desember 2020, sekitar pukul 18.00.

Keduanya yakni Rustan Baron selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), dan Adip Saptoputranto selaku pejabat penanggung jawab teknis kegiatan (PPTK). Akibat perbuatan para tersangka, negara dirugikan senilai Rp639.703.292 dan kini keduanya di titipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kotabumi, Lampung Utara.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Hafiezd mewakili Kajari Atik Rusmiyati Ambasari di sela-sela melakukan penahanan tersebut menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah melakukan proses penyidikan terhadap adanya dugaan kasus korupsi dalam pengelolaan dana berasal dari APBN yang disalurkan melalui APBD ke -Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lampung Utara tahun anggaran 2015.

Menurutnya, dana tersebut diperuntukan untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan irigasi tanah dalam (sumur bor) sebanyak 25 unit sumur bor untuk 25 kelompok tani yang tersebar di Kabupaten Lampung Utara uang senilai  Rp4.537.500.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).  

"Dari hasil penyidikan dan hasil audit diketahui terdapat selisih nilai pekerjaan pada item-item pekerjaan yang mengakibatkan negara dirugikan senilai ratusan juta dan atas penanganan kasus tersebut pihaknya menetapkan dua orang oknum pejabat di Dinas Pertanian dan Peternakan menjadi tersangka," ujarnya.

Setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka, pihak Kejaksaan langsung melakukan penahanan. Namun saat akan dilakukan penahanan tersangka Rustan Baron diketahui reaktif korona usai menjalani rapid tes.

"Karena salah satu tersangka diketahui hasil rapid tesnya reaktif, maka dibantarkan terlebih dahulu. Setelah sembuh baru diitipkan di Rutan Kotabumi. Jadi sementara hanya melakukan penahanan terhadap Adip Saptopurtanto, selaku PPTK yang dititipkan di Rutan Kotabumi," terangnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar